Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru dalam menanamkan nilai adab Islami serta mengkaji peran guru sebagai role model dalam memfasilitasi dan mendidik siswa di RA Tahfidzul Qur’an Wahid Hasyim, dengan mempertimbangkan tahapan perkembangan kognitif pra-operasional dan moral anak. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini melibatkan guru dan siswa di RA Tahfidzul Qur’an Wahid Hasyim sebagai subjek, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa RA Tahfidzul Qur’an Wahid Hasyim secara efektif menerapkan metode bermain berbasis Experiential Learning dan Active Play-Based Learning sebagai strategi utama dalam pembelajaran adab Islami. Berbagai strategi kreatif, seperti bermain peran, storytelling, gerak lagu, pembiasaan keagamaan (mengaji, salat Dhuha, tahfidz), dan eksplorasi lingkungan. Selain itu, peran guru sebagai role model yang konsisten dalam memberikan keteladanan langsung menjadi faktor kunci yang menguatkan internalisasi nilai. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perpaduan strategi pembelajaran berbasis pengalaman dengan peran keteladanan guru adalah pendekatan yang ampuh dalam membentuk karakter Islami yang berintegritas sejak usia dini. Kata kunci: : Adab Islami, Pendidikan Karakter, Experiential Learning, Active Play-Based Learning, Guru Role Model, Anak Usia Dini.
Copyrights © 2026