Salah satu permasalahan yang terjadi sebagai dampak dari digitalisasi adalah terjadinya dekadensi moral. Nilai-nilai budi pekerti mulai tergerus dan menjadi barang langka bagi generasi baru. Padahal, jika dtelusuri lebih jauh nilai-nilai budi pekerti sebenarnya adalah warisan budaya luhur yang harus dilestarikan. Diantara banyaknya budaya di Indonesia yang mengajarkan budi pekerti salah satunya adalah budaya Kemali di Gayo. Budaya Kemali merupakan salah satu kearifan lokal masyarakat Gayo Provinsi Aceh yang dijadikan sebagai norma-norma tentang tata cara bergaul, bertingkah laku dan berinteraksi. Namun, budaya Kemali juga ikut memudar seiring perkembangan zaman. Oleh karena itu, penting untuk melestarikan kembali nilai-nilai budi pekerti pada budaya Kemali tersebut sejak usia dini. Adapun cara yang dapat dilakukan untuk melestarikan budaya Kemali adalah dengan memanfaatkan teknologi, karena permasalahan yang timbul akibat perkembangan teknologi harus diatasi dengan memanfaatkan teknologi pula, yaitu dengan pengembangan e-LKPD pada Pendidikan Anak Usia Dini. Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) melakukan revitalisasi budaya Kemali dengan merancang e-LKPD interaktif berbasis budaya Kemali (2) mengenalkan budaya Kemali pada anak usia dini melalui e-LKPD interaktif. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan pendekatan Four-D (Define, Design, Develove, dan Dissemination). Sedangkan Data diperoleh dan dianalisis dengan data kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan sebesar 24 poin pada perubahan pengetahuan budaya kemali anak, dan pada perubahan nilai budi pekerti terdapat 12 anak dengan kategori tinggi, 2 anak dengan kategori sedang, dan 1 anak dengan kategori rendah.
Copyrights © 2026