Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) merupakan penyakit hewan menular strategis yang berdampak terhadap kesehatan dan produktivitas ternak, termasuk performa reproduksi sapi betina. Infeksi PMK dapat menimbulkan gangguan fisiologis dan hormonal yang berpotensi memengaruhi fungsi reproduksi, seperti infertilitas dan abortus. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan riwayat PMK serta kejadian gangguan reproduksi pada sapi betina di Kecamatan Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat. Penelitian menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan analisis univariat terhadap 100 ekor sapi betina yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner kepada peternak dan observasi langsung di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 95% sapi betina memiliki riwayat PMK. Pada kelompok sapi dengan riwayat PMK (n=95), kejadian infertilitas mencapai 73,68% dan abortus sebesar 70,53%. Distribusi umur didominasi sapi berumur 3 tahun (35,79%), sedangkan berdasarkan Body Condition Score (BCS), sebagian besar sapi berada pada kategori ideal (57,89%), diikuti kategori gemuk (30,52%) dan sangat gemuk (6,31%). Tingginya kejadian gangguan reproduksi pada sapi yang memiliki riwayat PMK menunjukkan bahwa infeksi PMK berpotensi memengaruhi performa reproduksi meskipun sebagian besar sapi memiliki kondisi tubuh yang ideal. Temuan penelitian ini memberikan gambaran mengenai kondisi reproduksi sapi betina pasca-PMK dan dapat menjadi informasi pendukung dalam upaya pengelolaan kesehatan reproduksi ternak serta pengendalian dampak PMK di tingkat peternak.
Copyrights © 2026