Globalisasi dan derasnya arus informasi digital menuntut penguatan pendidikan karakter dan nasionalisme sejak jenjang sekolah dasar. SD Negeri Puro Pakualaman I Yogyakarta yang berada di kawasan cagar budaya belum memiliki pembelajaran alternatif yang memadukan pendidikan karakter, nasionalisme, dan wawasan kepariwisataan, sehingga siswa kurang optimal memaknai nilai-nilai dari pengalaman berwisata. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mensinergikan ketiga aspek tersebut sekaligus menumbuhkan kesadaran antiperundungan sejak dini. Sasaran kegiatan adalah siswa kelas III, IV, dan V yang mengikuti kelas khusus interaktif pasca-Ujian Akhir Semester. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi materi secara interaktif dengan media audiovisual dan narasumber praktisi pariwisata, pendekatan experiential learning, serta role play melalui workshop psikodrama “Kanca Sejati”, yang diakhiri dengan refleksi dan umpan balik. Hasil kegiatan menunjukkan siswa mampu mengidentifikasi enam nilai karakter, yaitu disiplin, tanggung jawab, peduli lingkungan, toleransi, kerja sama, dan cinta tanah air, serta mengaitkannya dengan aktivitas berwisata. Siswa juga mengenali situs cagar budaya di sekitarnya sebagai sumber belajar, memahami etika dasar berinteraksi dengan wisatawan, dan menunjukkan empati serta kesediaan mengucapkan ikrar antiperundungan setelah mengikuti role play. Kegiatan ini memperkuat pemahaman karakter dan nasionalisme siswa secara kontekstual dan menumbuhkan empati sosial. Program berpotensi berkelanjutan melalui replikasi di sekolah dasar lain dengan durasi lebih panjang, evaluasi yang lebih terukur, serta kolaborasi lanjutan antara perguruan tinggi vokasi pariwisata dan sekolah dasar.
Copyrights © 2026