Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Potensi Kearifan Lokal Desa Bugisan Sebagai Upaya Pengembangan Daya Tarik Wisata Pendukung Kawasan Candi Plaosan Rekta Deskarina; Annisaa Nurul Atiqah
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya Vol 11, No 1 (2020): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2020
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (723.657 KB) | DOI: 10.31294/khi.v11i1.6906

Abstract

Abstrak - Indonesia dengan keanekaragamannya tentu memiliki nilai-nilai kearifan lokal yang sudah sepatutnya dilestarikan. Salah satu wujud menjaga nilai-nilai kearifan lokal adalah dengan mengembangkan konsep pariwisata berbasis kearifan lokal. Nilai-nilai kearifan lokal menjadi salah satu pilihan strategi untuk meminimalisir dampak negatif dari era globalisasi ini. Lokasi penelitian ini adalah di Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Propinsi Jawa Tengah karena secara lokasi Desa Bugisan ini sangat strategis. Wilayahnya berada di Kawasan Stategis Nasional (KSN) Prambanan untuk aktivitas sosial budaya. Di Desa Bugisan terdapat satu candi yang terkenal yaitu Candi Plaosan. Disamping kondisi alam sekitar yang masih asri, nilai-nilai kearifan lokal perlu digali karena kearifan lokal merupakan potensi besar dalam pengembangan Desa Bugisan yang secara lokasi sangat mendukung keberadaan Candi Plaosan. Penelitian ini bertujun untuk mengkaji potensi kearifan lokal di Desa Bugisan dalam upaya pengembangan Desa Bugisan sebagai daya tarik pendukung di kawasan Candi Plaosan. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitik yaitu memberikan gambaran yang cermat dan lengkap tentang objek yang diteliti, menjelaskan fenomena yang ada dan diakhiri dengan sebuah analisis dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat beberapa nilai-nilai kearifan lokal Desa Bugisan antara lain seni-budaya, mitos-mitos, sosial-ekonomi, dan arsitektur lokal yang berpotensi dikemas sebagai daya tarik pendukung di Kawasan Candi Plaosan.Kata kunci : candi plaosan, daya tarik, desa bugisan, kearifan lokal Potential Local Wisdom of Bugisan Village as an Development Effort Attraction to Support the Plaosan Temple AreaAbstract - Indonesia with its diversity certainly has local wisdom values which should be preserved. One form of maintaining the values of local wisdom is to develop the concept of tourism based on local wisdom. The values of local wisdom become one of the strategy choices to minimize the negative impacts of this globalization era. The location of this research is in the Bugisan Village, Prambanan District, Central Java Province because the location of the Bugisan Village is very strategic. The area is in the Prambanan National Strategic Area (KSN) for socio-cultural activities. In the village of Bugisan there is one famous temple, the Plaosan Temple. In addition to the natural surroundings that are still beautiful, the values of local wisdom need to be explored because local wisdom is a great potential in the development of the Bugisan Village which is very supportive of the existence of Plaosan Temple. This study aims to examine the potential of local wisdom in the Bugisan Village in an effort to develop the Bugisan Village as a supporting attraction in the Plaosan Temple area. This research method uses a qualitative method with a descriptive-analytic approach which provides a careful and complete picture of the object under study, explains the phenomena that exist and ends with an analysis and drawing conclusions. The results of this study indicate that there are several values of local wisdom in the Bugisan Village, including arts, culture, myths, socio-economics, and local architecture that have the potential to be packaged as a supporting attraction in the Plaosan Temple Area. Keywords: attractiveness, bugisan village, local wisdom, plaosan temple
PENERAPAN PROTOKOL KESEHATAN BERBASIS CHSE PADA DEPARTEMEN HOUSEKEEPING DI SUDAMALA SUITES & VILLAS SENGGIGI LOMBOK Rekta Deskarina; Baiq Uswatun Hasanah
Pringgitan Vol 3, No 2 (2022): Pringgitan
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.673 KB) | DOI: 10.47256/prg.v3i2.167

Abstract

The spread of covid-19 has destroyed the tourism sector, especially hotel industry. To rebuilt the economic wheels as usally, the scenario of new normal is applied. In tourism sector by the ministry of tourism and economy creative has launched protocol namely CHSE (Cleanliness, Health, Safety, dan Environment Sustainability) to give guest guarantee about cleanliness, heatth and safety. This research has purpose to know implimentation of CHSE in housekeeping department with qualitative as metode. Data collection as carried out by observation, interviews and documentation. The result of research is implimenation of chse into indicator are cleanliness, health, and Environment Sustainability applied regarding to guiding book by Kemenparekraf and in the good category.Keywords:     Hotel, Housekeeping Department, Covid-19, CHSE
TINGKAT KEMENARIKAN NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL DESA BUGISAN BERDASARKAN PERSEPSI WISATAWAN DAN MASYARAKAT LOKAL Annisaa Nurul Atiqah; Rekta Deskarina
Pringgitan Vol 1, No 1 (2020): Pringgitan
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2985.984 KB) | DOI: 10.47256/prg.v1i1.106

Abstract

Plaosan Temple is one of the famous new tourist destinations at the moment located in Bugisan Village, Prambanan District, Klaten Regency, Central Java. Beautiful natural conditions become part of the attraction of a tour in the village of Bugisan. In addition to the natural conditions, the Bugisan Village has several values of local wisdom that have been passed down from generation to generation by the local community. This study aims to assess the perceptions of tourists and local communities regarding the values of local wisdom in the Bugisan Village. Based on the value of local wisdom in the Bugisan Village include (1) Cultural Arts: Srandul, Jathilan, Campur Sari, Gejog Lesung, Karawitan, (2)Myth: Mbah Budho Mound and Njama Keris, (3) Socio- Economy: Agriculture, Trade, Crafts, Traditional Transportation Models, (4)Local Architecture. Based on the perceptions of tourists and local people, art and culture aspects are considered the most interesting and potential to be developed as the main attraction in the Bugisan Village.Keywords: attractiveness level, bugisan village, local wisdom
ANALISIS PENGARUH INFLUENCER TERHADAP MINAT KUNJUNG WISATAWAN PADA DESTINASI WISATA DI YOGYAKARTA Lilis Kurniawati; Meiana Maulida Hikmawati; Rekta Deskarina; Muhammad Syaifulloh
Pringgitan Vol 6, No 2 (2025): Pringgitan
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47256/prg.v6i2.1121

Abstract

Influencer merupakan figur publik yang memiliki banyak pengikut dan tingkat kepercayaan yang tinggi dari masyarakat. Secara sederhana, influencer adalah individu yang mampu memberikan pengaruh terhadap opini maupun perilaku masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh influencer terhadap minat berkunjung wisatawan pada destinasi wisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (studi kasus pada influencer Mas Dolan). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis regresi sederhana. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan penyebaran kuesioner kepada para pengikut (followers) Mas Dolan di media sosial. Penelitian dilaksanakan pada Desember 2024 hingga Mei 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa influencer (Mas Dolan) berpengaruh signifikan terhadap minat berkunjung wisatawan ke Yogyakarta. Influencer yang konsisten, autentik, dan memiliki daya tarik visual yang kuat, seperti Mas Dolan, berperan penting dalam memengaruhi perilaku wisatawan dalam menentukan destinasi wisata yang akan dikunjungi. Adapun saran yang dapat diberikan kepada influencer di bidang pariwisata adalah agar terus meningkatkan kualitas konten, baik dari segi visual, narasi, maupun keautentikan. Bagi peneliti selanjutnya, penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi awal dalam mengembangkan kajian lebih lanjut mengenai pengaruh digital marketing dan media sosial dalam sektor pariwisata.
SINERGI PENDIDIKAN KARAKTER, NASIONALISME, DAN PARIWISATA BAGI SISWA SEKOLAH DASAR Vina Dini Pravita; Anggarani Pribudi; Ricky Santoso Muharam; Maya Dewi Savitri; Rekta Deskarina; Ferhadius Endi
Masyarakat: Jurnal Pengabdian Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : Yayasan Pendidikan Dan Pengembangan Harapan Ananda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58740/m-jp.v3i2.868

Abstract

Globalisasi dan derasnya arus informasi digital menuntut penguatan pendidikan karakter dan nasionalisme sejak jenjang sekolah dasar. SD Negeri Puro Pakualaman I Yogyakarta yang berada di kawasan cagar budaya belum memiliki pembelajaran alternatif yang memadukan pendidikan karakter, nasionalisme, dan wawasan kepariwisataan, sehingga siswa kurang optimal memaknai nilai-nilai dari pengalaman berwisata. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mensinergikan ketiga aspek tersebut sekaligus menumbuhkan kesadaran antiperundungan sejak dini. Sasaran kegiatan adalah siswa kelas III, IV, dan V yang mengikuti kelas khusus interaktif pasca-Ujian Akhir Semester. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi materi secara interaktif dengan media audiovisual dan narasumber praktisi pariwisata, pendekatan experiential learning, serta role play melalui workshop psikodrama “Kanca Sejati”, yang diakhiri dengan refleksi dan umpan balik. Hasil kegiatan menunjukkan siswa mampu mengidentifikasi enam nilai karakter, yaitu disiplin, tanggung jawab, peduli lingkungan, toleransi, kerja sama, dan cinta tanah air, serta mengaitkannya dengan aktivitas berwisata. Siswa juga mengenali situs cagar budaya di sekitarnya sebagai sumber belajar, memahami etika dasar berinteraksi dengan wisatawan, dan menunjukkan empati serta kesediaan mengucapkan ikrar antiperundungan setelah mengikuti role play. Kegiatan ini memperkuat pemahaman karakter dan nasionalisme siswa secara kontekstual dan menumbuhkan empati sosial. Program berpotensi berkelanjutan melalui replikasi di sekolah dasar lain dengan durasi lebih panjang, evaluasi yang lebih terukur, serta kolaborasi lanjutan antara perguruan tinggi vokasi pariwisata dan sekolah dasar.