Anggarani Pribudi
Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peningkatan Kapasitas Masyarakat Dalam Pengelolaan Desa Wisata di Desa Wisata Turgo - Merapi Anggarani Pribudi; Cea Permata Putri; Dheva Nada Fitriansyah; Muhaimin Altarick; Rama Dewa Putra; Putri Shofia Inayati
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 7 No 2 (2026): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v7i2.1477

Abstract

Kegiatan peningkatan kapasitas ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan Desa Wisata Turgo – Merapi. Latar belakang kegiatan ini didasarkan pada masih terbatasnya pemahaman masyarakat mengenai konsep desa wisata, standar pelayanan, tata kelola kelembagaan, promosi digital, serta penguatan karakter generasi muda. Mitra kegiatan adalah masyarakat Desa Wisata Turgo–Merapi yang meliputi pengurus pokdarwis, unit atraksi wisata, pemuda desa, serta siswa sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah pendekatan empiris dan partisipatif melalui observasi, diskusi, sosialisasi, penyuluhan, serta praktik langsung. Kegiatan utama meliputi sosialisasi kepariwisataan berbasis konsep 4A (attraction, accessibility, amenities, ancillary), sosialisasi pentingnya pendidikan dan pencegahan bullying bagi siswa sekolah dasar, serta sosialisasi guiding dan Standar Operasional Prosedur (SOP) kepemanduan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan desa wisata secara terpadu, meningkatnya kesadaran pemandu terhadap standar pelayanan, serta tumbuhnya kesadaran anak-anak terhadap pentingnya pendidikan dan perilaku anti-bullying. Namun demikian, keberlanjutan program memerlukan dukungan kelembagaan, peningkatan fasilitas pendukung, dan pendampingan berkelanjutan. Kegiatan ini memberikan kontribusi strategis dalam memperkuat kapasitas sosial dan kelembagaan desa wisata berbasis pemberdayaan masyarakat.
SINERGI PENDIDIKAN KARAKTER, NASIONALISME, DAN PARIWISATA BAGI SISWA SEKOLAH DASAR Vina Dini Pravita; Anggarani Pribudi; Ricky Santoso Muharam; Maya Dewi Savitri; Rekta Deskarina; Ferhadius Endi
Masyarakat: Jurnal Pengabdian Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : Yayasan Pendidikan Dan Pengembangan Harapan Ananda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58740/m-jp.v3i2.868

Abstract

Globalisasi dan derasnya arus informasi digital menuntut penguatan pendidikan karakter dan nasionalisme sejak jenjang sekolah dasar. SD Negeri Puro Pakualaman I Yogyakarta yang berada di kawasan cagar budaya belum memiliki pembelajaran alternatif yang memadukan pendidikan karakter, nasionalisme, dan wawasan kepariwisataan, sehingga siswa kurang optimal memaknai nilai-nilai dari pengalaman berwisata. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mensinergikan ketiga aspek tersebut sekaligus menumbuhkan kesadaran antiperundungan sejak dini. Sasaran kegiatan adalah siswa kelas III, IV, dan V yang mengikuti kelas khusus interaktif pasca-Ujian Akhir Semester. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi materi secara interaktif dengan media audiovisual dan narasumber praktisi pariwisata, pendekatan experiential learning, serta role play melalui workshop psikodrama “Kanca Sejati”, yang diakhiri dengan refleksi dan umpan balik. Hasil kegiatan menunjukkan siswa mampu mengidentifikasi enam nilai karakter, yaitu disiplin, tanggung jawab, peduli lingkungan, toleransi, kerja sama, dan cinta tanah air, serta mengaitkannya dengan aktivitas berwisata. Siswa juga mengenali situs cagar budaya di sekitarnya sebagai sumber belajar, memahami etika dasar berinteraksi dengan wisatawan, dan menunjukkan empati serta kesediaan mengucapkan ikrar antiperundungan setelah mengikuti role play. Kegiatan ini memperkuat pemahaman karakter dan nasionalisme siswa secara kontekstual dan menumbuhkan empati sosial. Program berpotensi berkelanjutan melalui replikasi di sekolah dasar lain dengan durasi lebih panjang, evaluasi yang lebih terukur, serta kolaborasi lanjutan antara perguruan tinggi vokasi pariwisata dan sekolah dasar.