Kegiatan peningkatan kapasitas ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan Desa Wisata Turgo – Merapi. Latar belakang kegiatan ini didasarkan pada masih terbatasnya pemahaman masyarakat mengenai konsep desa wisata, standar pelayanan, tata kelola kelembagaan, promosi digital, serta penguatan karakter generasi muda. Mitra kegiatan adalah masyarakat Desa Wisata Turgo–Merapi yang meliputi pengurus pokdarwis, unit atraksi wisata, pemuda desa, serta siswa sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah pendekatan empiris dan partisipatif melalui observasi, diskusi, sosialisasi, penyuluhan, serta praktik langsung. Kegiatan utama meliputi sosialisasi kepariwisataan berbasis konsep 4A (attraction, accessibility, amenities, ancillary), sosialisasi pentingnya pendidikan dan pencegahan bullying bagi siswa sekolah dasar, serta sosialisasi guiding dan Standar Operasional Prosedur (SOP) kepemanduan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan desa wisata secara terpadu, meningkatnya kesadaran pemandu terhadap standar pelayanan, serta tumbuhnya kesadaran anak-anak terhadap pentingnya pendidikan dan perilaku anti-bullying. Namun demikian, keberlanjutan program memerlukan dukungan kelembagaan, peningkatan fasilitas pendukung, dan pendampingan berkelanjutan. Kegiatan ini memberikan kontribusi strategis dalam memperkuat kapasitas sosial dan kelembagaan desa wisata berbasis pemberdayaan masyarakat.