Penelitian ini bertujuan menganalisis kehidupan sosial multikultural, penggunaan bahasa antaretnis, dan dinamika sejarah sosial pembentuk nilai kesetaraan di Desa Tamansari, Banyuwangi. Menggunakan metode kualitatif berpendekatan sejarah sosial, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta divalidasi dengan triangulasi. Hasil penelitian memberikan kontribusi kebaruan dengan mengungkap bahwa harmoni multikultural di Tamansari terbentuk secara organik melalui konstruksi sejarah akar rumput dan fleksibilitas bahasa lintas etnis (Osing, Jawa, Madura, Indonesia) sebagai strategi linguistik adaptif. Penggunaan bahasa yang dinamis ini terbukti efektif mereduksi sekat prasangka kultural dan memperkuat integrasi sosial. Berbeda dengan studi yang memandang integrasi sebagai produk kebijakan formal, temuan ini membuktikan bahwa memori kolektif sejarah bersama dan warisan nilai budaya antargenerasi berperan penting sebagai modal sosial penentu kesetaraan. Studi ini memperluas konsep multikulturalisme dengan menegaskan adaptasi bahasa dan kearifan lokal sebagai pilar ketahanan integrasi
Copyrights © 2026