Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan pemahaman konsep matematika siswa kelas VII SMP Negeri 46 Kerinci serta perlunya inovasi pembelajaran yang lebih interaktif untuk menggantikan metode hafalan rumus. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan pemahaman konsep matematika dan menganalisis aktivitas belajar siswa melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL). Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Prosedur penelitian mengikuti model Kemmis McTaggart yang terdiri dari empat tahapan utama: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII SMP Negeri 46 Kerinci. Instrumen pengumpulan data meliputi tes kemampuan pemahaman konsep untuk mengukur aspek kognitif dan lembar observasi untuk memantau aktivitas belajar siswa selama proses pembelajaran. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif untuk temuan lapangan dan kuantitatif untuk menghitung persentase ketuntasan belajar klasikal. Hasil penelitian diharapkan menunjukkan bahwa penerapan model PBL secara signifikan meningkatkan partisipasi aktif siswa dalam diskusi kelompok serta memperkuat pemahaman konseptual melalui penyelesaian masalah dunia nyata. Melalui sintaks PBL yang sistematis, siswa mampu mengkonstruksi pengetahuan secara mandiri sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Simpulan penelitian ini adalah model PBL merupakan strategi efektif untuk meningkatkan kualitas interaksi dan hasil belajar matematika di tingkat sekolah menengah
Copyrights © 2026