Penelitian ini didasari oleh kebutuhan untuk memahami faktor penentu prestasi matematika mahasiswa, khususnya pemecahan masalah dan efikasi diri, yang belum banyak dikaji secara simultan. Tujuan penelitian adalah menguji H1 mengenai pengaruh signifikan pemecahan masalah terhadap performa matematika, H2 mengenai pengaruh signifikan efikasi diri, dan H3 mengenai pengaruh simultan kedua variabel tersebut. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif ex-post facto. Penelitian ini dilaksanakan di Politeknik Pelayaran Sumatera Barat, dari April sampai September 2025. Populasi penelitian yaitu mahasiswa angkatan VIII dan IX, sebanyak 158 orang. Sampel penelitian dipilih menggunakan total sampling yang terdiri dari 40 mahasiswa angkatan VIII sebagai sampel uji coba instrumen dan 118 mahasiswa angkatan IX sebagai sampel utama. Instrumen penelitian berupa kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Teknik analisis data menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan pemecahan masalah dan efikasi diri berpengaruh signifikan terhadap prestasi matematika, dengan nilai koefisien regresi yang signifikan pada ??=?0,05. Kesimpulan penelitian menyatakan bahwa integrasi strategi pemecahan masalah dan penguatan efikasi diri merupakan kunci peningkatan performa matematika mahasiswa. Saran bagi praktisi pendidikan antara lain merancang modul pembelajaran yang menggabungkan latihan pemecahan masalah dan kegiatan peningkatan efikasi diri melalui refleksi, serta melakukan penelitian lanjutan di berbagai institusi untuk memperkuat generalisasi temuan. This study was motivated by the need to understand the determinants of students mathematics performance, specifically problem-solving skills and self-efficacy, which have rarely been examined simultaneously. The objectives are to test three hypotheses: H1: problem-solving ability has a significant effect on mathematics performance; H2: self-efficacy has a significant effect on mathematics performance; and H3: the two variables jointly affect mathematics performance. Employing a quantitative ex post facto design, the research was conducted at Politeknik Pelayaran Sumatera Barat from April to September 2025. The population is students batch VIII and IX (N = 158). By using total sampling, 40 batch VIII students served as the trial sample, while 118 batch IX students constituted the main sample. A structured questionnaire validated for content and reliability was used to collect data. Multiple linear regression analysis was used as a data analysis technique. The results revealed that problem-solving and self-efficacy together significantly predicted mathematics performance (? = 0.05). It is concluded that integrating problem-solving strategies with enhanced self-efficacy is key to improving students mathematics performance. Practitioners are advised to develop instructional modules that combine structured problem-solving exercises with reflective self-efficacy enhancement activities, and to undertake further research across diverse institutions to strengthen the generalizability of these findings.
Copyrights © 2025