Permeabilitas tanah merupakan parameter penting yang memengaruhi kinerja dan umur layanan perkerasan kaku (rigid pavement), terutama pada pembangunan jalan desa. Konstruksi jalan rigid berpotensi mengubah struktur pori tanah akibat proses pemadatan sehingga memengaruhi kemampuan tanah dalam meloloskan air. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai koefisien permeabilitas tanah menggunakan alat uji modifikasi berbasis prinsip falling head serta mengevaluasi penerapannya pada lokasi pembangunan jalan desa rigid di Desa Purwosari, Kabupaten Wonogiri. Metode penelitian menggunakan pendekatan eksperimen lapangan dengan lima titik pengujian pada kedalaman ±30 cm dari permukaan tanah dasar. Pengukuran dilakukan dengan mencatat penurunan muka air pada tabung ukur (standpipe) terhadap waktu, kemudian nilai koefisien permeabilitas dihitung menggunakan persamaan falling head yang telah disesuaikan dengan konfigurasi alat modifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai permeabilitas tanah berkisar antara 1,094×10⁻⁵ hingga 5,717×10⁻⁵ cm/s dengan nilai rata-rata 2,074×10⁻⁵ cm/s. Nilai tersebut termasuk kategori permeabilitas sangat rendah yang menunjukkan kemampuan infiltrasi tanah yang terbatas. Kondisi ini menguntungkan dalam mengurangi risiko erosi internal, namun memerlukan sistem drainase yang memadai untuk mencegah genangan air. Selain menghasilkan data yang konsisten, alat uji modifikasi terbukti praktis digunakan di lapangan dan berpotensi menjadi teknologi tepat guna untuk evaluasi tanah dasar pada proyek infrastruktur pedesaan. Penelitian selanjutnya direkomendasikan untuk melakukan validasi terhadap metode laboratorium standar dan mengembangkan sistem pencatatan data berbasis sensor digital guna meningkatkan akurasi pengukuran.
Copyrights © 2026