Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengendalian Waktu dengan Earned Value Analysis pada Proyek Pembangunan Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Kota Tasikmalaya Anes Pratiwi; Annisa Azhar Firdausi; Rida Handiana Devi
MoDuluS: Media Komunikasi Dunia Ilmu Sipil Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/modulus.v4i2.2937

Abstract

Pelaksanaan suatu proyek sangat jarang ditemui suatu proyek yang berjalan tepat sesuai dengan yang telah direncanakan. Umumnya mengalami keterlambatan yang direncanakan, baik waktu maupun kemajuan pekerjaan, tetapi ada juga proyek yang mengalami percepatan dari jadwal awal yang direncanakan, begitu juga dengan proyek pembangunan Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Kota Tasikmalaya. Penelitian ini dilakukan pada proyek pembangunan Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat dengan tujuan untuk mengetahui kinerja berdasarkan waktu serta estimasi penyelesaian waktu proyek. Metode pengendalian yang digunakan adalah Earned Value. Earned Value adalah metodologi untuk mengukur dan melaporkan kemajuan suatu proyek. Variabel penting dalam metodologi ini adalah waktu, biaya dan pekerjaan. Hasil penelitian ini didapatkan nilai schedule variance yang cukup bervariasi. Diperoleh nilai schedule variance dari minggu ke-1 sampai dengan minggu ke-20 nilai analisis schedule variance bernilai positif, itu artinya pada minggu minggu tersebut pekerjaan proyek berjalan sesuai jadwal rencana, sedangkan pada minggu ke-21 sampai dengan minggu ke-43 analisis schedule variance menunjukan nilai negatif. Hal ini menunjukan bahwa pada minggu minggu tersebut proyek berjalan lebih lambat dari jadwal rencana. Nilai schedule variance paling rendah yaitu Rp.20.899.045.000,00 pada minggu ke- 39. Nilai schedule performance index pada minggu ke-1 sampai dengan minggu ke-20 diperoleh indeks bernilai 1, pada minggu-minggu tersebut mengindikasikan bahwa proyek berlangsung sesuai jadwal rencana, sedangkan pada minggu ke-21 sampai dengan minggu ke-43 nilai schedule performance index bernilai 1, hal ini menunjukan proyek berjalan tidak tepat jadwal rencana. Sehingga prakiraan waktu total penyelesaian proyek adalah 53 minggu, lebih lambat 2 minggu dari yang direncanakan sebesar 51 minggu.
Modifikasi Alat Uji Permeabilitas Falling Head untuk Evaluasi Permeabilitas Tanah Dasar pada Pembangunan Jalan Desa Rigid Annisa Azhar Firdausi; Iwan Ristanto; Tantin Pristyawati; Retno Tri Nalarsih; Rida Handiana Devi
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING BUILDING AND TRANSPORTATION Vol. 10 No. 1 (2026): JCEBT MARET
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jcebt.v10i1.18160

Abstract

Permeabilitas tanah merupakan parameter penting yang memengaruhi kinerja dan umur layanan perkerasan kaku (rigid pavement), terutama pada pembangunan jalan desa. Konstruksi jalan rigid berpotensi mengubah struktur pori tanah akibat proses pemadatan sehingga memengaruhi kemampuan tanah dalam meloloskan air. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai koefisien permeabilitas tanah menggunakan alat uji modifikasi berbasis prinsip falling head serta mengevaluasi penerapannya pada lokasi pembangunan jalan desa rigid di Desa Purwosari, Kabupaten Wonogiri. Metode penelitian menggunakan pendekatan eksperimen lapangan dengan lima titik pengujian pada kedalaman ±30 cm dari permukaan tanah dasar. Pengukuran dilakukan dengan mencatat penurunan muka air pada tabung ukur (standpipe) terhadap waktu, kemudian nilai koefisien permeabilitas dihitung menggunakan persamaan falling head yang telah disesuaikan dengan konfigurasi alat modifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai permeabilitas tanah berkisar antara 1,094×10⁻⁵ hingga 5,717×10⁻⁵ cm/s dengan nilai rata-rata 2,074×10⁻⁵ cm/s. Nilai tersebut termasuk kategori permeabilitas sangat rendah yang menunjukkan kemampuan infiltrasi tanah yang terbatas. Kondisi ini menguntungkan dalam mengurangi risiko erosi internal, namun memerlukan sistem drainase yang memadai untuk mencegah genangan air. Selain menghasilkan data yang konsisten, alat uji modifikasi terbukti praktis digunakan di lapangan dan berpotensi menjadi teknologi tepat guna untuk evaluasi tanah dasar pada proyek infrastruktur pedesaan. Penelitian selanjutnya direkomendasikan untuk melakukan validasi terhadap metode laboratorium standar dan mengembangkan sistem pencatatan data berbasis sensor digital guna meningkatkan akurasi pengukuran.
PENINGKATAN KUAT LENTUR BETON FAST TRACK MUTU FS 45 DENGAN ADMIXTURE MR 73 FAISAL BURHANNUDIN; YUSUF ALI; Yosafat Damar Wicaksono; Rida Handiana Devi
Wahana Teknik Sipil: Jurnal Pengembangan Teknik Sipil Vol. 30 No. 2 (2025): Wahana Teknik Sipil
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/wahanats.v30i2.5925

Abstract

A number of studies and concrete trials have been undertaken in an effort to improve the quality of concrete and address common issues in the construction industry, such as project deadlines. Efforts that have been made to improve the quality of concrete include modifying the strength of high concrete at 7 days of age using chemical admixtures. This research aims to determine the effect of the MR 73 admixture on the flexural strength of concrete at 7 and 28 days of age. The research method used is quantitative experimentation. The research results show that concrete with an admixture of MR 73 at a dosage of 0.4% at 7 days of age has an average flexural strength of 43.5042 kg/cm ², while normal concrete at the same age has a flexural strength of 35.34 kg/cm ². At 28 days of age, concrete with an admixture of MR 73 at a dosage of 0.4% reaches an average flexural strength of 49.97 kg/cm ², compared to normal concrete which reaches 45.54 kg/cm ². The MR 73 admixture has been proven to increase the flexural strength of concrete by 23% at 7 days and by 10% at 28 days compared to normal concrete.