Arwana silver merupakan salah satu ikan hias bernilai ekonomis tinggi yang banyak dibudidayakan di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Kegiatan distribusi larva dan benih dari daerah produksi ke wilayah perkotaan memerlukan teknik transportasi yang tepat, salah satunya padat tebar yang optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji padat tebar optimal pada transportasi tertutup larva arwana silver selama 12 jam. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan padat tebar, yaitu A (10 ekor/L), B (13 ekor/L), dan C (16 ekor/L). Larva arwana silver berukuran 4–6 cm dipelihara pascatransportasi selama 21 hari dan diberi pakan cacing darah serta ulat hongkong sesuai fase pertumbuhan. Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan, konsumsi pakan, tingkat kelulushidupan, dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan mutlak tertinggi diperoleh pada perlakuan A (10 ekor/L) dan berbeda nyata (P<0,05) dibandingkan perlakuan lainnya. Tingkat kelulushidupan larva mencapai 100% pada seluruh perlakuan. Konsumsi pakan meningkat seiring pemulihan stres pascatransportasi hingga hari ke-21, terutama pada perlakuan C. Hasil ini menunjukkan bahwa padat tebar selama transportasi lebih berpengaruh terhadap respons stres dibandingkan terhadap kelulushidupan larva. Parameter kualitas air selama pemeliharaan masih berada dalam kisaran toleransi larva arwana silver, yaitu DO 5,4–7,8 ppm, suhu 27–30 °C, pH 6,5–8,79, dan amonia 0,03–0,18 ppm. Hasil penelitian ini dapat menjadi acuan bagi pembudidaya dalam menentukan padat tebar optimal untuk meminimalkan stres dan risiko mortalitas larva arwana silver selama transportasi jarak menengah.
Copyrights © 2025