Penelitian ini mengkaji fenomena Desa Temboro sebagai pusat penyebaran Jamaah Tabligh yang berhasil membentuk identitas ruang dan perilaku spesifik pada masyarakatnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana tradisi dan ritual keagamaan di Temboro bukan sekedar ibadah ritualistik, melainkan telah bertransformasi menjadi representasi gaya hidup (lifestyle) religius sehari-hari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiologi agama untuk membedah interaksi antara doktrin teologis dan realitas sosial. Hasil penelitian menunjukkan adanya internalisasi nilai keagamaan yang mendalam dan menyeluruh, yang mempengaruhi berbagai aspek kehidupan masyarakat. Manifestasi tradisi ini terlihat jelas mulai dari cara berpakaian yang seragam, pola interaksi sosial yang sarat nilai profetik, arsitektur desa yang bernuansa Timur Tengah, hingga lanskap ekonomi lokal yang terintegrasi penuh dalam ekosistem “gaya hidup religius”. Penelitian ini menegaskan bahwa ritual keagamaan di Temboro berfungsi sebagai poros utama (central axis) yang mengkonstruksi identitas sosial dan budaya masyarakatnya secara total (total institution atau way of life). Tradisi tidak lagi menjadi aktivitas berkala, melainkan struktur penentu yang mengarahkan seluruh lini kehidupan publik dan privat di Desa Temboro
Copyrights © 2026