Kemampuan literasi membaca merupakan keterampilan dasar yang sangat penting bagi peserta didik, khususnya pada jenjang sekolah dasar, karena menjadi fondasi dalam memahami berbagai informasi dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran perpustakaan sekolah dalam mendorong literasi membaca siswa di SDN Pangabuan serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi pelaksanaan program literasi di sekolah tersebut. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan literasi membaca siswa kelas tinggi di SDN Pangabuan masih bervariasi, bahkan masih terdapat beberapa siswa yang mengalami kesulitan membaca. Sekolah telah menyediakan berbagai fasilitas pendukung literasi seperti perpustakaan, pojok baca, serta program pembiasaan membaca sebelum pembelajaran dimulai dan kegiatan membaca bersama. Namun, pemanfaatan fasilitas tersebut masih belum optimal sehingga belum sepenuhnya mampu meningkatkan minat baca siswa. Faktor yang memengaruhi perkembangan literasi membaca antara lain minat baca siswa yang masih rendah, keterbatasan dukungan lingkungan keluarga, serta pemanfaatan fasilitas literasi yang belum maksimal. Oleh karena itu, diperlukan penguatan program literasi, optimalisasi pemanfaatan perpustakaan sekolah, serta kerja sama antara pihak sekolah dan orang tua untuk mendukung peningkatan kemampuan literasi membaca siswa.
Copyrights © 2026