Penelitian ini bertujuan untuk membahas penyebab kesulitan belajar yang dialami anak berkebutuhan khusus (ABK) tunagrahita di Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB) Negeri Kota Ternate. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, serta dokumentasi terhadap guru, orang tua, dan siswa tunagrahita. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data untuk memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai faktor-faktor penyebab kesulitan belajar anak tunagrahita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan belajar yang dialami anak tunagrahita meliputi keterbatasan daya ingat, kesulitan memahami materi akademik, gangguan konsentrasi, serta hambatan dalam keterampilan membaca, menulis, dan berhitung. Faktor internal yang mempengaruhi meliputi minat, motivasi, dan bakat anak, sedangkan faktor eksternal mencakup kondisi lingkungan belajar, dukungan keluarga, serta metode dan media pembelajaran yang digunakan guru. Upaya guru yang efektif antara lain penggunaan metode pembelajaran yang bervariasi, pemberian penguatan positif melalui pujian, penyesuaian materi dengan minat dan kemampuan anak, serta kolaborasi aktif dengan orang tua. Selain itu, lingkungan belajar yang kondusif dan dukungan keluarga terbukti memiliki peran penting dalam meningkatkan keterlibatan, semangat, dan perkembangan kemampuan belajar anak tunagrahita di sekolah maupun di rumah.
Copyrights © 2026