Perkembangan industri penerbangan menuntut sistem operasional sisi udara yang aman, tertib, dan efisien, termasuk dalam pengoperasian Ground Support Equipment (GSE) pada area service road. Tingginya mobilitas kendaraan GSE di Bandar Udara Internasional Juanda Surabaya menjadikan kepatuhan personel terhadap prosedur keselamatan sebagai faktor kritis dalam mencegah hazard operasional. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk pelanggaran operasional GSE pada area service road serta pengendalian hazard dalam mendukung keselamatan penerbangan. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui observasi lapangan, wawancara dengan dua operator GSE dan tujuh personel Apron Movement Control (AMC), dokumentasi, dan laporan kejadian. Analisis dilakukan berdasarkan prinsip Safety Management System (SMS) mengacu pada ICAO Doc 9859, meliputi hazard identification, safety risk assessment, dan safety risk control. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 35 temuan pelanggaran yang terdiri atas: bagasi/cargo terjatuh dari BTT/BCT (13 temuan, indeks risiko 5D), kecepatan kendaraan di atas rata-rata (7 temuan, 4C), parkir GSE tidak pada tempatnya (6 temuan, 4D), pengangkutan personel berlebih (5 temuan, 4C), dan penggunaan telepon genggam saat berkendara (4 temuan, 3C). Seluruh temuan berada pada kategori yang memerlukan pengendalian atau mitigasi. Penelitian menyimpulkan bahwa kepatuhan operasional GSE di area service road Juanda masih perlu ditingkatkan melalui pengawasan AMC yang lebih intensif, pengamanan muatan, penertiban parkir, penegakan aturan, peningkatan safety awareness, dan pemanfaatan kamera pengawas.
Copyrights © 2026