Akumulasi sampah plastik menyebabkan pencemaran tanah dan perairan, memicu polusi udara, serta berkontribusi terhadap peningkatan emisi gas rumah kaca yang memperburuk pemanasan global dan perubahan iklim. Volume sampah plastik yang terus meningkat tidak diimbangi dengan sistem pengelolaan yang efektif, sehingga kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) semakin terbatas dan pencemaran lingkungan meluas hingga ke lautan. Daur ulang plastik yang masih rendah, hanya berkisar 5â10%, menunjukkan perlunya inovasi pengolahan limbah. Sosialisasi dan pelatihan pembuatan paving block dengan campuran plastik PET menjadi alternatif inovatif untuk meningkatkan nilai guna sampah plastik sekaligus mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Kegiatan ini menghasilkan paving block mutu C dengan fâc 12,5â15 MPa dengan campuran plastik yang memiliki daya serap air yang lebih rendah dibandingkan dengan paving normal, karena sifat plastik yang hidrofobik. Paving block dengan campuran plastik memberikan pengaruh minimal pada perendaman, sedangkan paving mormal peningkatan serapan lebih signifikan akibat struktur pori yang lebih terbuka.
Copyrights © 2026