Pengelolaan limbah peternakan yang belum optimal dapat menimbulkan permasalahan lingkungan, namun di sisi lain memiliki potensi ekonomi apabila diolah dengan baik. Program SIGAP PANGAN hadir sebagai upaya pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan kapasitas (capacity building) dalam pengolahan limbah cair urine kelinci menjadi pupuk organik cair (POC). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan pemahaman Kelompok Masyarakat “Ngudi Makmur” setelah mengikuti pelatihan pembuatan POC. Metode yang digunakan adalah pre-test dan post-test pada lima sub aspek, yaitu pemahaman bahan baku, teknik fermentasi, formulasi POC, pengendalian kualitas, serta pengemasan dan penyimpanan produk. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pada seluruh aspek, dengan peningkatan tertinggi pada pemahaman bahan baku sebesar 81,81% dan terendah pada formulasi POC sebesar 27,23%. Secara umum, tingkat pemahaman peserta meningkat dari kategori cukup menjadi baik dan sangat baik. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan capacity building melalui pelatihan efektif dalam meningkatkan keberdayaan masyarakat dalam pengelolaan limbah berbasis ekonomi sirkular.
Copyrights © 2026