Harmoni: Jurnal Pendidikan dan Penelitian Seni Budaya
Vol 11 No 2 (2021): HARMONI: OCTOBER 2021

NILAI ESTETIS DAN SIMBOLIS ORNAMEN GONG NEKARA: STUDI KASUS WARISAN ZAMAN PERUNGGU KEPULAUAN SELAYAR

Muhammad Iqbal (Universitas Muhammadiyah Makassar, Indonesia)
Meisar Ashari (Universitas Muhammadiyah Makassar, Indonesia)
Andi Baetal Mukaddas (Universitas Muhammadiyah Makassar, Indonesia)



Article Info

Publish Date
28 Oct 2021

Abstract

Nekara atau yang sering disebut gong perunggu, merupakan salah satu peninggalan dari hasil peninggalan kebudayaan don song, yang biasanya, pada masa itu digunakan sebagai alat upacara, simbol status sosial, alat musik dan benda pusaka dalam berbagai ritual. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk visual ornamen yang terdapat pada Gong Nekara di Kampung Matalalang, Kelurahan Bontobangun, Kecamatan Bontoharu, Kabupaten Kepulauan Selayar Provinsi Sulawesi Selatan. Gong Nekara merupakan artefak perunggu  peninggalan kebudayaan Don song yang memiliki nilai historis dan estetis tinggi, serta menjadi bagian dari warisan budaya masyarakat Kepulauan Selayar, provinsi Sulawesi selatan. Fokus utama penelitian ini adalah mengidentifikasi dan menganalisis elemen visual ornamen seperti garis, bentuk, pola, dan komposisi yang ada pada gong nekara selayar, serta menginterpretasikan maknanya melalui pendekatan formalisme dengan menggunakan teori Significant Form oleh Clive Bell. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara, dokumentasi, dan studi literatur. Analisis data dilakukan dengan mengkaji struktur visual ornamen dan menghubungkannya dengan konteks estetika serta pengalaman visual yang ditimbulkannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ornamen pada Gong Nekara menampilkan pola- pola geometris, motif matahari, spiral, burung, dan figur antropomorfik yang disusun secara simetris dan ritmis. Bentuk-bentuk tersebut memiliki daya tarik visual yang kuat dan mampu membangkitkan emosi estetis, sebagaimana dijelaskan dalam teori Clive Bell. Selain itu, meskipun memiliki akar simbolik dalam budaya lokal, keindahan visualnya dapat dinikmati secara universal. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pelestarian seni tradisional serta menjadi referensi dalam studi visual dan estetika ornamen Nusantara, khususnya di kawasan maritim seperti Kepulauan Selayar.

Copyrights © 2021






Journal Info

Abbrev

harmoni

Publisher

Subject

Arts Humanities Education

Description

Harmoni: Jurnal Pendidikan dan Penelitian Seni Budaya. Diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar. Jurnal Harmoni menerbitkan karya ilmiah hasil penelitian dibidang pendidikan seni rupa, ilmu seni, dan budaya yang ...