Penggunaan bahasa Indonesia pada dokumen resmi di Universitas Muhammadiyah Sorong (UNAMIN) masih belum sepenuhnya tertib dan belum sesuai dengan kaidah kebahasaan serta aturan standar tata naskah dinas. Padahal, pengutamaan bahasa negara sangat penting dilakukan untuk menjaga kedaulatan bahasa Indonesia sebagai simbol negara. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan selama lima bulan dengan melibatkan tiga tahapan utama: persiapan dan koordinasi, pengumpulan data melalui audit dokumen institusional serta wawancara mendalam, serta tahap intervensi. Intervensi dilakukan dalam bentuk lokakarya dan pelatihan penulisan tata naskah dinas yang dievaluasi menggunakan instrumen prates dan pascates. Kegiatan ini diikuti oleh 32 peserta yang merupakan perwakilan dari berbagai lembaga, biro, dan fakultas di lingkungan UNAMIN. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman kebahasaan yang signifikan, ditandai dengan kenaikan total skor dari 1.510 pada prates menjadi 2.280 pada pascates (meningkat sebesar 770). Program pengabdian ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta mengenai ejaan dan tata naskah dinas, serta berhasil menumbuhkan sikap positif terhadap pengutamaan bahasa negara di lingkungan kampus.
Copyrights © 2026