Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pemberdayaan Lazismu Kota Sorong dalam Distribusi Hewan Qurban Idul Adha 1446 H/2025 La Basri; Oman Sukmana; Wahyudi Wahyudi; Abu Sofyan; Mohamad Rizal Taryono
Abdimas: Papua Journal of Community Service Vol. 8 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Lembaga Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/pjcs.v8i1.5309

Abstract

Pengabdian ini membahas tentang pemberdayaan yang dilakukan oleh LAZISMU Kota Sorong dalam distribusi hewan qurban pada perayaan Idul Adha 1446 H/2025. Masalah utama yang diangkat adalah ketidakmerataan distribusi hewan qurban yang sering terjadi, menyebabkan sebagian mustahik tidak mendapatkan bagian yang layak. Tujuan pemberdayaan ini adalah untuk memberikan manfaat bagi masyarakat secara sosial dan ekonomi yang tidak mampu untuk membeli daging (sapai) bagi masyakat di kampung Kokoda Kota Sorong dan Aimas, dan bagaimana LAZISMU Kota Sorong memberdayakan masyarakat dalam memastikan distribusi qurban berjalan secara adil dan tepat sasaran. Metode yang digunakan adalah partisipasi aktif dengan kerjasama antara lembaga terkait dalam mendapatkan hewan qurban, serta proses pengolahan dan pendistribusian daging qurban kepada masyarakat yang membutuhkan. Hasil pemberdayaan menunjukan bahwa peran LAZISMU Kota Sorong sangat membantu masyarakat terutama bagi mereka yang tidak menikmati daging sapi di saat hari raya idul adha terutama bagi masyarakat Muslim Papua suku Kokoda yang ada di KM 8 Distrik Klasabi Kota Sorong yang biasanya mereka dapat bantuan sapi dari pemerintah setempat atau lembaga Muslim Papua, namun di tahun 2025 mereka tidak mendapatkan hewan qurban, olehnya itu apa yang telah dilakukan oleh LAZISMU Kota Sorong dapat mringankan beban serta membuat manfaat bagi masyarakat yang membutukanya.
Struktur Wacana dan Pemilihan Kode Khotbah Jumat di Kabupaten Tegal Mohamad Rizal Taryono; Iriani Suci Kharmillah; Ahmad Fajar Habibi
CAKRAWALA LINGUISTA Vol 8, No 2 (2025): Volume 8, Number 2 December 2025
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/cling.v8i2.6345

Abstract

Khotbah Jumat (Kh.J) sebagai sebuah wacana lisan mempunyai struktur wacana yang khas karena terdiri atas dua bagian wacana yang tiap-tiap bagian wacana itu mempunyai struktur tersendiri. Selain itu, Kh.J adalah wacana monolog yang unik dan khas karena penutur dalam khotbah Jumat terdiri atas dua orang, yaitu khatib dan muazin. Penelitian ini bertujuan menemukan dan menganalisis struktur wacana dan jenis kode dalam Kh.J di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Teknik penyediaan data yang digunakan adalah teknik rekam, teknik simak bebas libat cakap (SBLC), dan teknik catat. Analisis data yang digunakan adalah metode padan referensial dan teknik baca markah. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan sebagai berikut. Struktur wacana Kh.J di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, terdiri atas dua bagian wacana yang membangun satu wacana, yakni Kh.J pertama dan Kh.J kedua. Struktur wacana Kh.J pertama terdiri atas salam, azan, tahmid, syahadat, selawat, wasiat takwa, tuturan sapaan, bacaan Al-Qur’an, bacaan Hadis, harapan, dan doa. Struktur wacana Kh.J kedua terdiri atas tahmid, syahadat, selawat, wasiat takwa, dan doa penutup. Sementara itu, pemilihan kode dalam wacana Kh.J di Kabupaten Tegal Jawa Tengah adalah kode Indonesia yang berupa bahasa Indonesia baku dan kode Arab yang berupa bahasa Arab fusha, campur kode bahasa Arab fusha dan bahasa Indonesia pada struktur tuuran sapaan, dan alih kode dari bahasa Arab fusha ke bahasa Indonesia. Di sisi lain, kode Arab yang berupa bahasa Arab fusha, yakni yang mengacu pada Al-Qur’an, dalam Kh.J akan selalu digunakan karena terkait dengan rukun Kh.J.
Peningkatan Keterampilan Tata Naskah Dinas Melalui Lokakarya Kepenulisan di Universitas Muhammadiyah Sorong Mohamad Rizal Taryono; Abu Sofyan; Kamaluddin; Marlinda Indah Eka Budiarti; Agus Sukrisman; Iriani Suci Kharmillah; Nurfaddilah Wali Sampo
Abdimas: Papua Journal of Community Service Vol. 8 No. 2 (2026): Juli (On Progress)
Publisher : Lembaga Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/pjcs.v8i2.5864

Abstract

Penggunaan bahasa Indonesia pada dokumen resmi di Universitas Muhammadiyah Sorong (UNAMIN) masih belum sepenuhnya tertib dan belum sesuai dengan kaidah kebahasaan serta aturan standar tata naskah dinas. Padahal, pengutamaan bahasa negara sangat penting dilakukan untuk menjaga kedaulatan bahasa Indonesia sebagai simbol negara. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan selama lima bulan dengan melibatkan tiga tahapan utama: persiapan dan koordinasi, pengumpulan data melalui audit dokumen institusional serta wawancara mendalam, serta tahap intervensi. Intervensi dilakukan dalam bentuk lokakarya dan pelatihan penulisan tata naskah dinas yang dievaluasi menggunakan instrumen prates dan pascates. Kegiatan ini diikuti oleh 32 peserta yang merupakan perwakilan dari berbagai lembaga, biro, dan fakultas di lingkungan UNAMIN. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman kebahasaan yang signifikan, ditandai dengan kenaikan total skor dari 1.510 pada prates menjadi 2.280 pada pascates (meningkat sebesar 770). Program pengabdian ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta mengenai ejaan dan tata naskah dinas, serta berhasil menumbuhkan sikap positif terhadap pengutamaan bahasa negara di lingkungan kampus.
DINAMIKA ALIH KODE DAN CAMPUR KODE KOMUNITAS AKADEMIK MULTIKULTURAL (JAWA-SUNDA): STUDI SOSIOLINGUISTIK LINTAS BUDAYA MAHASISWA UNIVERSITAS PERADABAN Ghulam Arif Rizal; Mohamad Rizal Taryono
Jurnal Metamorfosa Vol 14 No 2 (2026)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi atas keberagaman multikultural mahasiswa pada lingkungan Universitas Peradaban. Dalam berkomunikasi terdapat intensitas interaksi sosial komunitas akademik menimbulkan variasi bahasa berupa campur kode dan atau alih kode. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis wujud campur kode alih kode dan faktor penyebabnya dalam proses komunikasi mahasiswa di lingkungan Universitas peradaban. Pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif peneliti gunakan pada penelitian. Sumber data dari tuturan mahasiswa sejumlah 46 informan dalam situasi komunikasi multikultural di kampus Universitas Peradaban. Pengumpulan data menggunakan teknik simak catat. Hasil penelitian ini terdapat 13 tuturan campur kode alih kode dalam komunikasi. Wujud alih kode berupa kode dari bahasa Sunda, Jawa dan Indonesia. Wujud campur kode berupa kode bahasa Indonesia, Sunda dan Jawa pada tataran kata dan frasa berupa "poho", "mah", "hayang", "sare", dan “nyong”, "sing”, “anane” , “ngko disdit”. Penyebab terjadinya adalah (1) identitas, (2) situasi, (3) keakraban, dan (4) penguasaan bahasa.AbstractThis study is motivated by the multicultural diversity of students at Universitas Peradaban. The intensity of social interaction within the academic community gives rise to linguistic variations in the form of code-mixing and/or code-switching. The study aims to analyze the forms of code-mixing and code-switching, as well as the factors driving them, during student communication at Universitas Peradaban. A qualitative approach utilizing a descriptive method was employed. Data were derived from student utterances during multicultural interactions on the Universitas Peradaban campus, collected via the "listen-and-record" technique. The findings reveal 13 instances of code-mixing and code-switching in communication. Code-switching involved the use of Sundanese, Javanese, and Indonesian. Code-mixing manifested through the use of Indonesian, Sundanese, and Javanese at the word and phrase levels—specifically terms such as "poho," "mah," "hayang," "sare," "nyong," "sing," "anane," and "ngko disdit." The underlying causes identified were (1) identity, (2) situation, (3) familiarity, and (4) language proficiency.