Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesenjangan antara idealitas kesetaraan gender dan kenyataan keterlibatan perempuan dalam aktivitas sosial adat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh peran adat dan persepsi gender terhadap keterlibatan perempuan dalam aktivitas sosial adat. Jenis penelitian yang digunakan adalah korelasional kuantitatif, dengan subjek penelitian berupa perempuan yang aktif dalam kegiatan sosial adat. Sampel ditentukan melalui proportional stratified random sampling, dan data dikumpulkan menggunakan angket berbasis skala Likert yang telah divalidasi melalui ahli dan uji reliabilitas. Analisis data dilakukan dengan regresi linier berganda, setelah memenuhi prasyarat analisis termasuk normalitas, multikolinearitas, dan homoskedastisitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran adat dan persepsi gender berpengaruh positif dan signifikan terhadap keterlibatan perempuan, baik secara parsial maupun simultan. Perempuan yang memperoleh ruang peran dalam struktur adat dan didukung oleh persepsi masyarakat yang setara cenderung memiliki partisipasi lebih tinggi dalam aktivitas sosial adat. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa interaksi antara struktur budaya tradisional dan konstruksi sosial gender menjadi faktor utama dalam membentuk partisipasi perempuan. Implikasi penelitian menunjukkan perlunya strategi pemberdayaan perempuan yang mempertimbangkan kedua aspek tersebut secara seimbang, sehingga perempuan dapat berkontribusi secara aktif dalam kehidupan sosial dan budaya masyarakat tanpa mengurangi nilai-nilai adat. Penelitian ini memberikan kontribusi konseptual bagi pengembangan teori partisipasi sosial dan kesetaraan gender berbasis budaya.
Copyrights © 2025