Keselamatan berlalu lintas merupakan isu penting bagi pelajar, mengingat kecelakaan lalu lintas menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia dan diproyeksikan menjadi penyebab kematian kelima terbesar di dunia pada tahun 2030. Di Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, tercatat puluhan kasus kecelakaan pada tahun 2023, sebagian melibatkan pelajar yang masih minim pemahaman terhadap rambu-rambu lalu lintas. Kondisi ini mendorong tim dosen Jurusan Teknik Sipil Universitas Negeri Gorontalo melaksanakan kegiatan pengabdian mandiri berupa penyuluhan rambu-rambu lalu lintas bagi siswa SMK Negeri 1 Suwawa. Kegiatan dilaksanakan melalui tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan (sosialisasi interaktif, simulasi edukatif, dan pemasangan media edukasi berupa poster dan banner), serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test terhadap 14 siswa dengan 20 butir soal. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rata-rata akurasi jawaban dari 53% pada pre-test menjadi 79% pada post-test, atau meningkat 26 poin. Peningkatan pemahaman paling menonjol terjadi pada materi fungsi rambu, tindakan berkendara saat hujan, dan keberanian menegur pelanggaran lalu lintas. Hasil ini menunjukkan bahwa metode edukasi interaktif yang dipadukan dengan media visual efektif meningkatkan pengetahuan dan kesadaran keselamatan berkendara siswa, sekaligus membuka peluang keberlanjutan program melalui kolaborasi dengan pihak sekolah dan instansi terkait.
Copyrights © 2026