Jurnal Keperawatan Bunda Delima
Vol 8 No 8 (2026): EDISI AGUSTUS

Pengaruh Hidroterapi Sitz Bath terhadap Intensitas Nyeri Pascahemoroidektomi di Rumah Sakit Siloam Sriwijaya: Effect of Sitz Bath Hydrotherapy on Pain Intensity Following Hemorrhoidectomy at Siloam Sriwijaya Hospital

Rezy Dwi Utari (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Husada)
Aris Citra Wisuda (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Husada)
Isrizal (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Husada)
Raden Surahmat (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Husada)
Citra Suraya (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Husada)
Risdayanti Raharjeng (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Husada)



Article Info

Publish Date
03 Aug 2026

Abstract

Pendahuluan: Nyeri pascahemoroidektomi merupakan salah satu komplikasi yang paling sering dialami pasien setelah tindakan pembedahan. Kondisi ini dapat membatasi mobilisasi, mengurangi kenyamanan, meningkatkan kebutuhan analgesik, serta memperlambat proses pemulihan. Terapi nonfarmakologis hidroterapi Sitz Bath merupakan salah satu intervensi yang berpotensi membantu mengurangi intensitas nyeri melalui efek relaksasi otot dan peningkatan sirkulasi darah pada area perianal. Penelitian ini bertujuan menilai efektivitas hidroterapi Sitz Bath sebagai intervensi nonfarmakologis dalam menurunkan intensitas nyeri pada pasien pascahemoroidektomi yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Siloam Sriwijaya. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental one-group pretest–posttest. Sebanyak 68 responden dipilih menggunakan teknik total sampling. Intensitas nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah pemberian hidroterapi Sitz Bath. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test setelah hasil uji normalitas menunjukkan bahwa data tidak berdistribusi normal.          Hasil: Median intensitas nyeri sebelum intervensi adalah 2,50 (SD = 0,652) dan menurun menjadi 1,00 (SD = 0,654) setelah intervensi. Hasil uji Wilcoxon Signed-Rank Test menunjukkan nilai Z = -7,345 dengan p-value = 0,001 (p < 0,05), yang mengindikasikan adanya penurunan intensitas nyeri yang signifikan setelah pemberian hidroterapi Sitz Bath. Kesimpulan: Hidroterapi Sitz Bath efektif dalam menurunkan intensitas nyeri pada pasien pascahemoroidektomi. Intervensi ini dapat dipertimbangkan sebagai terapi nonfarmakologis dalam praktik keperawatan untuk meningkatkan kenyamanan pasien, mengoptimalkan manajemen nyeri, dan mendukung proses pemulihan pascaoperasi.  

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

jkbd

Publisher

Subject

Humanities Education Health Professions Medicine & Pharmacology Nursing Physics Public Health Veterinary

Description

Jurnal Keperawatan Bunda Delima adalah jurnal untuk mempublikasikan penelitian di bidang keperawatan, dan kesehatan kepada peneliti, ilmuwan, dan profesional. Untuk setiap edisi yang diterbitkan Jurnal Keperawatan Bunda Delima, kami berupaya: Menggunakan prosedur dan waktu standar untuk naskah yang ...