Implementasi dan dampak Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) dicanangkan pemerintah Indonesia pada 2025 untuk mengurangi stunting, malnutrisi, dan ketimpangan pangan bagi 82,9 juta jiwa. Program ini mengalami beragam kendala dalam implementasi di lapangan. Tujuan Penelitian ini untuk menganalisis implementasi dan mengevaluasi dampak program Makanan Bergizi Gratis (MBG) terhadap status gizi, kehadiran siswa, konsentrasi belajar; serta merekomendasikan solusi permasalahan. Menggunakan metode kualitatif studi pustaka terhadap 20 artikel jurnal terakreditasi SINTA (2020-2025). Analisis dilakukan melalui reduksi data, klasifikasi tematik, dan sintesis berdasarkan model Miles. Hasil studi menunjukkan MBG meningkatkan kehadiran siswa, konsentrasi belajar, penurunan stunting, serta efek multiplikator ekonomi lokal melalui keterlibatan UMKM dan petani. Namun, tantangan utama meliputi keracunan makanan berulang, lemah pengawasan Badan Gizi Nasional, birokrasi kompleks, dan ketimpangan regional akibat logistik serta literasi hukum rendah. Hal tersebut mengancam SDGs 2 berkaitan dengan tanpa kelaparan dan hak anak. Pembahasan transdisipliner mengintegrasikan perspektif hukum, sosiologi, kesehatan, pendidikan, dan ekonomi. Peneliti merekomendasikan koordinasi lintas sektor, fleksibilitas lokal, transparansi, edukasi gizi, dan evaluasi komprehensif untuk keberlanjutan MBG.
Copyrights © 2026