Desa Terunyan merupakan desa Bali Aga di kawasan Geowisata Gunung Batur yang menghadapi permasalahan kekeringan dan kerentanan longsor. Program Kosabangsa 2024 diterapkan dengan pendekatan Participatory Action Learning System (PALS) melalui dua mitra utama: Kelompok Tani “Taru Menyan” pada bidang pertanian dan Sekaha Teruna-Teruni “Yowana Kerti” pada mitigasi bencana. Metode pendekatan pelaksanaan yang digunakan bagi kelompok mitra pertama yaitu PALS (Participatory Action Learning System) berdasarkan teori Mayoux disajikan. Tahapan kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, dan penguatan kelembagaan, dengan indikator keberhasilan setiap tahap terukur. Inovasi yang diterapkan meliputi pompa air 25 HP, sistem irigasi IoT, early warning system longsor, dan pengembangan wisata geopark. Hasilnya menunjukkan peningkatan produktivitas pertanian 25%, efisiensi air 35%, serta peningkatan kesiapsiagaan bencana. Program ini membentuk model smart eco-geopark village berbasis teknologi hijau dan kearifan lokal yang dapat direplikasi di desa rawan bencana lainnya. Implikasinya memperkuat arah riset dalam bidang pembangunan desa berbasis teknologi hijau (green technology) dan ketahanan iklim (climate resilience).
Copyrights © 2025