Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

IMPLEMENTASI DNS SERVER MENGGUNAKAN PI-HOLE UNTUK INTERNET SEHAT DAN AMAN DI SMK PRATAMA WIDYA MANDALA BADUNG I Gede Adnyana; Anak Agung Gede Bagus Ariana; Anak Agung Gde Ekayana; Putu Risanti Iswardani; I Gede Handi Raharja
Jurnal Widya Laksmi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal WIDYA LAKSMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat)
Publisher : Yayasan Lavandaia Dharma Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59458/jwl.v4i1.71

Abstract

Internet sangat dibutuhkan oleh para siswa sebagai media untuk menunjang pembelajaran dalam menemukan informasi sebagai sumber pembelajaran. Karena informasi yang dari internet bisa didapat dengan gratis, sering kali pemilik situs memberikan iklan pada situs mereka yang tidak jarang sangat mengganggu pembaca. Melihat permasalahan tersebut maka pada penelitian yang dilakukan ini memiliki tujuan untuk membangun sebuah sistem DNS server menggunakan Pi-Hole yang mampu untuk memfilter konten negatif di dalam jaringan internet. Di dalam Pi-Hole tersebut terdapat fitur yang berguna untuk memfilterisasi konten yang terdapat di internet. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan daftar hitam yang berisi sekumpulan domain situs-situs yang telah dikumpulkan menjadi satu yang nantinya akan digunakan sebagai pedoman untuk melakukan filtrasi. Penelitian ini dilakukan di SMK Pratama Widya Mandala Badung. Hasil dari pengujian dari Pi-Hole yakni sistem yang diuji dapat bekerja dengan optimal, sistem ini dapat memblokir situs-situs yang ada pada daftar hitam. Kata Kunci : Pi-Hole, DNS, Server
Pemberdayaan Masyarakat dalam Mitigasi Bencana Tanah Longsor dan Budi Daya Pertanian Hortikultural Berteknologi Iot di Kawasan Geopark I Gede Adnyana; Ni Ketut Utami Nilawati; I Dewa Gede Aristana; Ida Bagus Putu Mardana; Gede Widayana; Nia Erlina; Gede Arya Amerta
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 14 No 2 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jwl.v14i2.103423

Abstract

Desa Terunyan merupakan desa Bali Aga di kawasan Geowisata Gunung Batur yang menghadapi permasalahan kekeringan dan kerentanan longsor. Program Kosabangsa 2024 diterapkan dengan pendekatan Participatory Action Learning System (PALS) melalui dua mitra utama: Kelompok Tani “Taru Menyan” pada bidang pertanian dan Sekaha Teruna-Teruni “Yowana Kerti” pada mitigasi bencana. Metode pendekatan pelaksanaan yang digunakan bagi kelompok mitra pertama yaitu PALS (Participatory Action Learning System) berdasarkan teori Mayoux disajikan. Tahapan kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, dan penguatan kelembagaan, dengan indikator keberhasilan setiap tahap terukur. Inovasi yang diterapkan meliputi pompa air 25 HP, sistem irigasi IoT, early warning system longsor, dan pengembangan wisata geopark. Hasilnya menunjukkan peningkatan produktivitas pertanian 25%, efisiensi air 35%, serta peningkatan kesiapsiagaan bencana. Program ini membentuk model smart eco-geopark village berbasis teknologi hijau dan kearifan lokal yang dapat direplikasi di desa rawan bencana lainnya. Implikasinya memperkuat arah riset dalam bidang pembangunan desa berbasis teknologi hijau (green technology) dan ketahanan iklim (climate resilience).
Penerapan Teknologi Smart Farming untuk Pertanian Peternakan Zero Waste pada Lahan Kering I Gede Adnyana; I Putu Arya Mulyawan; Bagus Kusuma Wijaya; Ida Bagus Putu Mardana; Ketut Srie marhaeni Julyasih; I Nengah Suarmanayasa
Journal of Empowerment Community Vol 8 No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/jec.v8i1.2513

Abstract

Bonyoh Village in Bangli Regency has great potential for development in the sectors of horticultural agriculture, livestock, educational agro-tourism, and renewable energy. Located on the southern slopes of the Mount Batur Caldera at an altitude of 850–950 meters above sea level, the village has a cool climate and high rainfall that support the cultivation of high-value crops such as Siam oranges, Arabica coffee, and chili peppers. However, this potential has not been fully utilized due to limited basic infrastructure, particularly the lack of a permanent irrigation system and proper water management. The hilly topography prevents the village from receiving water supply from Lake Batur, making agricultural productivity highly dependent on rainfall. In the livestock sector, work efficiency remains low since feeding and waste management activities are still performed manually. To address these issues, a technology demonstration plot approach, hands-on training, and institutional mentoring are implemented. Appropriate technological innovations include the construction of a well-dam system with a submersible pump, the application of smart farming through solar-powered drip irrigation for citrus cultivation, and the utilization of livestock waste for biogas production. This program is expected to improve energy efficiency, enhance agricultural productivity, and realize a sustainable, zero-waste integrated farming system.