Migrasi tenaga kerja merupakan strategi rumah tangga yang banyak ditempuh keluarga di wilayah pedesaan untuk merespons keterbatasan kesempatan kerja dan ketidakpastian pendapatan di daerah asal. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dinamika migrasi tenaga kerja dan keterkaitannya dengan kesejahteraan keluarga pada dimensi ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan sosial-psikologis di Desa Onozitoli Olora, Kota Gunungsitoli. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi terhadap keluarga pekerja migran, aparat desa, dan tokoh masyarakat yang dipilih secara purposive hingga mencapai kejenuhan data. Analisis data dilakukan menggunakan model analisis interaktif Miles. Hasil penelitian menunjukkan bahwa migrasi dipahami sebagai pilihan paling realistis untuk memperbaiki kesejahteraan ekonomi melalui remitansi, terutama untuk pemenuhan kebutuhan dasar dan pembiayaan pendidikan anak. Namun demikian, peningkatan kesejahteraan ekonomi berjalan berdampingan dengan biaya sosial-psikologis, seperti beban kerja ganda bagi anggota keluarga yang ditinggalkan, perubahan pola pengasuhan, serta kerinduan dan tekanan emosional pada anak dan pasangan. Temuan juga menegaskan kuatnya peran jaringan sosial dalam memfasilitasi migrasi, serta pentingnya dukungan keluarga besar, komunitas, dan kegiatan keagamaan dalam menjaga ketahanan keluarga. Penelitian ini menegaskan bahwa kesejahteraan keluarga migran bersifat multidimensi dan memerlukan pendekatan kebijakan yang tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi, tetapi juga pengasuhan dan dukungan psikososial berbasis komunitas.
Copyrights © 2026