Pendidikan abad ke-21 menuntut peserta didik memiliki kemampuan berpikir kreatif sebagai bagian dari keterampilan berpikir tingkat tinggi yang diperlukan untuk menghasilkan gagasan orisinal, fleksibel, dan adaptif dalam menghadapi berbagai permasalahan. Namun, praktik pembelajaran di sekolah masih cenderung menitikberatkan pada pencapaian akademik, sehingga pengembangan kreativitas siswa belum terfasilitasi secara optimal. Salah satu alternatif yang berpotensi mendukung pengembangan kemampuan berpikir kreatif siswa adalah kegiatan ekstrakurikuler seni yang memberikan ruang bagi siswa untuk berekspresi, berimajinasi, dan berkarya secara bebas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan kemampuan berpikir kreatif siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler seni. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Subjek penelitian adalah siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler seni di SD Muhammadiyah 1 Babat. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis berdasarkan indikator kelancaran, keluwesan, keaslian, dan elaborasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler seni mampu menumbuhkan kemampuan berpikir kreatif siswa melalui proses berkarya yang bersifat ekspresif, kontekstual, dan menekankan eksplorasi ide. Kemampuan berpikir kreatif berkembang secara menyeluruh melalui dukungan lingkungan belajar yang kondusif dan peran pendidik sebagai fasilitator. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrakurikuler seni berperan strategis dalam mengembangkan kemampuan berpikir kreatif siswa secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026