Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman guru biologi tentang pembelajaran berdiferensiasi, implementasinya dalam pembelajaran biologi, serta kendala yang dihadapi dalam penerapannya di sekolah menengah atas. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang melibatkan 10 guru biologi dari tiga SMA yang dipilih secara purposive karena telah menerapkan pembelajaran berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka. Data dikumpulkan melalui angket tertutup dan wawancara semi-terstruktur, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang didukung analisis deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 85% guru memiliki pemahaman yang baik mengenai konsep dan prinsip pembelajaran berdiferensiasi serta telah mengimplementasikannya melalui penyesuaian metode, media, dan aktivitas pembelajaran sesuai kebutuhan peserta didik. Namun, implementasi belum berjalan optimal akibat keterbatasan sarana dan prasarana, jumlah siswa yang besar dalam satu kelas, serta terbatasnya pelatihan dan kompetensi guru dalam merancang pembelajaran berdiferensiasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi berpotensi meningkatkan kualitas pembelajaran biologi, tetapi memerlukan dukungan fasilitas, pengembangan profesional guru, dan kebijakan sekolah yang berkelanjutan agar implementasinya lebih efektif dan konsisten.
Copyrights © 2026