Fraktur tibia merupakan cedera ortopedi yang umum terjadi dan memerlukan penanganan segera, seringkali melibatkan tindakan operasi. Nyeri pascaoperasi adalah masalah keperawatan utama yang dapat menghambat proses penyembuhan. Teknik relaksasi napas dalam (Deep Breathing Exercise/DBE) adalah intervensi nonfarmakologis yang terbukti efektif dalam mengurangi nyeri. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif studi kasus dengan melibatkan dua partisipan yang mengalami nyeri akut pascaoperasi fraktur tibia. Intervensi keperawatan berupa teknik relaksasi napas dalam diberikan secara rutin selama tiga hari berturut-turut. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Setelah penerapan teknik relaksasi napas dalam, kedua pasien menunjukkan penurunan tingkat nyeri dari skala sedang menjadi ringan berdasarkan Numeric Rating Scale (NRS). Selain itu, terjadi peningkatan kenyamanan dan kemampuan mobilisasi. Intervensi teknik relaksasi napas dalam terbukti mampu menurunkan intensitas nyeri, memperbaiki pola istirahat pasien, dan secara signifikan mendukung proses pemulihan pascaoperasi. Penerapan teknik relaksasi napas dalam dapat diintegrasikan sebagai bagian dari intervensi keperawatan rutin pada pasien pascaoperasi fraktur tibia. Temuan ini memperkuat bukti bahwa terapi nonfarmakologis memiliki dampak positif dalam manajemen nyeri akut.
Copyrights © 2026