Perubahan gaya hidup remaja di wilayah perkotaan mendorong meningkatnya konsumsi makanan cepat saji (fast food), yang berpotensi memengaruhi status gizi dan Indeks Massa Tubuh (IMT). Meskipun hubungan konsumsi fast food dan IMT telah banyak dilaporkan, kajian yang berfokus pada remaja putri di lingkungan sekolah perkotaan Bali masih terbatas. Pendekatan kuantitatif cross sectional diterapkan pada 218 siswi SMA Negeri 4 Denpasar yang dipilih melalui simple random sampling. Frekuensi konsumsi fast food diukur menggunakan kuesioner, sedangkan IMT ditentukan melalui pengukuran antropometri. Analisis data menggunakan uji Rank Spearman menunjukkan sebagian besar responden memiliki konsumsi fast food kategori sedang (58,7%) dan IMT normal (66,5%). Terdapat hubungan signifikan antara frekuensi konsumsi fast food dan IMT (p < 0,001). Frekuensi konsumsi fast food yang lebih tinggi berhubungan dengan peningkatan IMT pada remaja putri.
Copyrights © 2026