Perkembangan pesat kecerdasan buatan generatif, khususnya ChatGPT, telah mengubah lanskap pendidikan secara global. Di Indonesia, penekanan Kurikulum Merdeka pada pembelajaran berdiferensiasi menghadirkan peluang sekaligus tantangan bagi integrasi AI dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan memetakan secara sistematis tren, peluang, dan tantangan integrasi ChatGPT dalam pembelajaran Bahasa Indonesia pada era Kurikulum Merdeka. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengadopsi panduan PRISMA 2020. Sumber data diperoleh dari tiga basis data utama, yaitu Google Scholar, Scopus, dan SINTA, dengan kata kunci kombinatorik terkait ChatGPT, Artificial Intelligence, dan pembelajaran Bahasa Indonesia. Dari 247 artikel yang teridentifikasi pada pencarian awal, sebanyak 36 artikel memenuhi kriteria inklusi setelah proses screening judul, abstrak, dan full-text. Analisis tematik menghasilkan lima tema utama: (1) ChatGPT sebagai asisten pengembangan keterampilan menulis dan pemberi umpan balik otomatis; (2) pemanfaatan ChatGPT dalam penyusunan bahan ajar dan modul pembelajaran; (3) personalisasi pembelajaran melalui prompting pedagogis; (4) tantangan integritas akademik, plagiarisme, dan etika penggunaan AI; serta (5) implikasi terhadap implementasi Kurikulum Merdeka dan Profil Pelajar Pancasila. Hasil sintesis menunjukkan bahwa ChatGPT memiliki potensi signifikan untuk meningkatkan efisiensi perencanaan pembelajaran, memperkaya umpan balik menulis, serta memfasilitasi pembelajaran berdiferensiasi. Namun, pemanfaatannya menuntut literasi digital guru yang memadai, kerangka etika yang jelas, dan kebijakan institusi yang komprehensif. Penelitian ini memberikan rekomendasi berupa pengembangan model prompting pedagogis berbahasa Indonesia, pelatihan literasi AI bagi guru Bahasa Indonesia, serta penyusunan pedoman integritas akademik yang adaptif terhadap perkembangan teknologi generatif.
Copyrights © 2026