Pembentukan budaya sekolah yang unggul memerlukan peran kepemimpinan yang kuat dari seluruh komponen sekolah, termasuk peserta didik. Penelitian ini bertujuan memetakan gaya kepemimpinan peserta didik menggunakan Management Style Diagnostic Test (MSDT) berbasis teori Reddin serta menguji pengaruh intervensi pelatihan kepemimpinan terhadap perubahan gaya tersebut di IIBS Baitul Manshurin. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan desain one-group pretest-posttest. Sebanyak 558 peserta didik SMP dan SMA mengikuti pengukuran gaya kepemimpinan sebelum dan sesudah program pengembangan kepemimpinan sekolah. Hasil menunjukkan distribusi frekuensi gaya kepemimpinan siswa berubah secara signifikan setelah intervensi. Sebelum intervensi, proporsi terbesar termasuk kategori gaya kurang efektif (mis. Autocratic 21% dan Missionary 16%), namun sesudahnya proporsi gaya efektif meningkat tajam (mis. Developer 20% dan Bureaucrat 18%). Uji statistik paired t-test menunjukkan perbedaan bermakna antara skor kepemimpinan sebelum dan sesudah program (p<0,001). Temuan ini mengindikasikan bahwa pemetaan dan pengembangan gaya kepemimpinan peserta didik melalui MSDT berkontribusi pada penguatan budaya unggul sekolah. Dengan meningkatnya kepemimpinan efektif di kalangan peserta didik, tercipta iklim sekolah yang lebih kolaboratif, disiplin, dan berprestasi, sejalan dengan nilai-nilai budaya unggul.
Copyrights © 2025