Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk pemanfaatan Desa Wisata Pulau Banyak Barat Kabupaten Aceh Singkil sebagai sumber belajar Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) berbasis kontekstual bagi siswa sekolah dasar. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemanfaatan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar, padahal Desa Wisata Pulau Banyak Barat memiliki potensi alam, sosial, dan budaya yang sangat mendukung pembelajaran berbasis konteks nyata. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan guru IPAS, pengelola desa wisata, serta siswa kelas V di UPTD SPF SD Negeri Asantola. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan desa wisata diwujudkan melalui beberapa bentuk, yaitu: (1) observasi dan pengamatan langsung terhadap ekosistem pantai, mangrove, dan terumbu karang; (2) penggunaan media dan bahan ajar lokal seperti pasir, kerang, dan air laut; (3) praktik lapangan seperti penanaman mangrove dan percobaan penguapan; serta (4) interaksi dengan masyarakat lokal sebagai narasumber pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan Desa Wisata Pulau Banyak Barat sebagai sumber belajar berkaitan dengan pemahaman konsep IPAS yang lebih baik, keterampilan observasi, motivasi belajar, serta kepedulian siswa terhadap lingkungan dan budaya lokal. Penelitian ini menegaskan bahwa desa wisata dapat menjadi laboratorium alam yang efektif untuk pembelajaran IPAS berbasis kontekstual.
Copyrights © 2025