Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan berbicara siswa kelas IV pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di SDN 1 Surabaya Bandar Lampung. Data pra-penelitian menunjukkan bahwa 66 dari 79 siswa (83,5%) belum mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP), sedangkan 13 siswa (16,5%) telah mencapai KKTP. Permasalahan terlihat pada aspek pelafalan, intonasi, rasa percaya diri, kelancaran, dan ketepatan kosakata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Role Playing terhadap keterampilan berbicara siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Quasi Experimental Design tipe Posttest Only Control Group Design. Sampel terdiri atas kelas IVA sebagai kelas eksperimen yang menggunakan model Role Playing dan kelas IVC sebagai kelas kontrol yang menggunakan model Time Token. Data dikumpulkan melalui penilaian keterampilan berbicara meliputi pemahaman isi, pelafalan, intonasi, kelancaran, dan kosakata. Hasil analisis deskriptif menunjukkan rata-rata kelas eksperimen sebesar 81,67, lebih tinggi daripada kelas kontrol sebesar 68,20. Uji normalitas menunjukkan data berdistribusi normal, uji homogenitas memperoleh Sig. 0,231 > 0,05, dan uji Independent Samples t-Test memperoleh Sig. 0,000 < 0,05. Dengan demikian, model Role Playing berpengaruh signifikan terhadap keterampilan berbicara siswa.
Copyrights © 2026