Demam Berdarah Dengue merupakan penyakit yang ditularkan melalui nyamuk dan masih menjadi masalah kesehatan masyarakat. Penggunaan repellent secara manual sering menghasilkan volume semprotan yang tidak konsisten sehingga efektivitas perlindungan menjadi kurang optimal. Penelitian ini menawarkan penggunaan alat spray otomatis berbasis timer sebagai solusi untuk menghasilkan penyemprotan repellent alami yang lebih seragam dan terkontrol. Penelitian bertujuan menganalisis pengaruh jarak penyemprotan dan waktu penyemprotan terhadap volume deposisi repellent alami pada media kertas. Penelitian menggunakan rancangan eksperimen dengan variasi jarak penyemprotan 1 m, 1,5 m, dan 2 m serta waktu penyemprotan 1, 2, dan 3 detik. Volume deposisi diukur secara gravimetri berdasarkan selisih berat media sebelum dan sesudah penyemprotan, dengan sembilan kali ulangan pada setiap perlakuan. Data dianalisis menggunakan uji Shapiro–Wilk, Kruskal–Wallis, dan Mann–Whitney. Hasil penelitian menunjukkan deposisi tertinggi sebesar 0,1776 g diperoleh pada jarak 1,5 m dengan waktu penyemprotan 2 detik, sedangkan deposisi terendah sebesar 0,0004 g diperoleh pada jarak 2 m dengan waktu 1 detik. Terdapat perbedaan yang signifikan antarperlakuan (p=0,002). Secara umum, volume deposisi meningkat seiring bertambahnya waktu penyemprotan dan menurun pada jarak penyemprotan yang lebih jauh.
Copyrights © 2026