Penyalahgunaan narkoba merupakan permasalahan kesehatan masyarakat yang kompleks, dengan kekambuhan pascarehabilitasi sebagai tantangan utama akibat lemahnya kepatuhan klien dalam menjalani seluruh tahapan program rehabilitasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai faktor yang berhubungan dengan kepatuhan menjalani program rehabilitasi narkoba rawat jalan di Klinik Pratama Mandiri BNNK Ogan Komering Ilir. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional terhadap 49 responden, dengan variabel independen meliputi efikasi diri, motivasi, dukungan keluarga, lingkungan sosial, kondisi ekonomi, dan dukungan kelembagaan, serta variabel dependen berupa kepatuhan. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-Square, dan multivariat menggunakan uji regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan responden cukup berimbang antara kategori patuh (53,1%) dan tidak patuh (46,9%). Hasil analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan antara efikasi diri dengan kepatuhan (p=0,068), sedangkan motivasi (p=0,017; PR=2,299), dukungan keluarga (p=0,006; PR=2,344), lingkungan sosial (p=0,006; PR=2,344), kondisi ekonomi (p=0,001; PR=2,949), dan dukungan kelembagaan (p=0,015; PR=2,160) terbukti berhubungan signifikan dengan kepatuhan. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa dukungan keluarga dan kondisi ekonomi merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan kepatuhan, dengan dukungan keluarga sebagai variabel paling dominan (OR=0,095). Model regresi yang diperoleh mampu memprediksi kepatuhan responden sebesar 50,5%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan dukungan keluarga dan perbaikan kondisi ekonomi klien perlu menjadi perhatian utama dalam upaya meningkatkan kepatuhan menjalani program rehabilitasi narkoba rawat jalan.
Copyrights © 2026