Journal of Innovative and Creativity
Vol. 6 No. 2 (2026)

Analisis Pelaksanaan Integrasi Layanan Primer oleh Kader Posyandu di Lapangan Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Bunga Mayang Tahun 2026

Rina Seftiana (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Husada)
Nani Sari Murni (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Husada, Palembang)
Lilis Suryani (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Husada, Palembang)



Article Info

Publish Date
05 Aug 2026

Abstract

Integrasi Layanan Primer (ILP) merupakan kebijakan transformasi pelayanan kesehatan primer yang menyatukan berbagai layanan kesehatan dasar sepanjang siklus hidup dalam satu alur pelayanan posyandu. Keberhasilan implementasinya di tingkat komunitas sangat bergantung pada kader posyandu sebagai pelaksana utama di lapangan. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara mendalam pelaksanaan ILP oleh kader posyandu di wilayah kerja UPTD Puskesmas Bunga Mayang, meliputi alur dan kesesuaian pelayanan, tingkat pemahaman-peran-kapasitas kader, kendala yang dihadapi, faktor pendukung dan penghambat, serta strategi penguatannya. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Informan dipilih secara purposive dan berjumlah 22 orang, terdiri atas 16 informan utama (kader posyandu) dan 6 informan pendukung (bidan desa, perawat desa, koordinator posyandu, petugas promosi kesehatan, ibu kepala desa, dan kaur pembangunan). Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan ILP telah berjalan dan mulai diarahkan pada pelayanan satu kunjungan untuk seluruh kelompok sasaran, namun pemahaman kader terhadap konsep ILP masih bervariasi dan belum merata. Kapasitas kader cukup baik pada pelayanan dasar, tetapi masih terbatas pada pencatatan, penyuluhan, dan skrining lintas siklus hidup. Kendala utama meliputi keterbatasan sarana dan prasarana, kompleksitas sistem pencatatan, keterbatasan jumlah kader, beban kerja tinggi, serta ketidaktepatan insentif. Faktor pendukung utama adalah kerja sama antar-kader, pembinaan puskesmas, dukungan pemerintah desa, dan partisipasi masyarakat, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan fasilitas dan rendahnya pemerataan pelatihan. Strategi penguatan yang direkomendasikan meliputi peningkatan kapasitas kader secara terstruktur, penguatan dukungan sistem pelayanan kesehatan, penyederhanaan administrasi, pemberdayaan masyarakat, penguatan dukungan lintas sektor, serta peningkatan motivasi dan kesejahteraan kader. Penelitian ini merekomendasikan penguatan ILP secara komprehensif dan berkelanjutan melalui kolaborasi puskesmas, pemerintah desa, dan masyarakat.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

joecy

Publisher

Subject

Education Languange, Linguistic, Communication & Media Mathematics Social Sciences Other

Description

Journal of Innovative and Creatifity (JOECY) publishes research articles in the field of education which report empirical research on topics that are significant across educational contexts, in terms of design and findings. The topic could be in curriculum, teaching learning, evaluation, quality ...