Indonesia memiliki potensi energi surya yang besar karena letaknya di garis khatulistiwa dengan intensitas matahari tinggi sepanjang tahun. Namun, suhu berlebih pada panel surya akibat radiasi matahari dapat menurunkan efisiensi dan mempercepat degradasi sistem photovoltaic. Penelitian ini mengembangkan prototipe sistem pendingin panel surya berbasis internet of things (IoT) untuk menjaga suhu panel tetap optimal. Prototipe dirancang dengan sensor suhu, mikrokontroler, modul peltier, dan kipas, yang terintegrasi dalam sistem pemantauan suhu otomatis dan dapat dikendalikan secara jarak jauh. Pengujian dilakukan selama tujuh hari berturut-turut dengan pengambilan data suhu dan daya keluaran panel, baik saat sistem pendingin aktif maupun tidak aktif. Hasil penelitian menunjukkan penurunan suhu panel hingga 39,5°C dan peningkatan daya hingga 3,35 watt pada kondisi sangat cerah. Sistem ini terbukti efektif dalam menjaga kestabilan suhu dan meningkatkan daya output panel surya secara signifikan. Kesimpulannya, penerapan sistem pendinginan berbasis IoT dapat meningkatkan efisiensi energi dan memperpanjang umur pakai panel surya, serta menjadi solusi aplikatif bagi pemanfaatan energi terbarukan secara optimal di wilayah tropis.
Copyrights © 2026