Transformasi digital dan perkembangan Artificial Intelligence (AI) telah mengubah lanskap pendidikan, termasuk dalam konteks Pendidikan Agama Islam (PAI). Namun, integrasi AI dalam pembelajaran PAI masih menghadapi tantangan substantif, khususnya dalam upaya membangun literasi keagamaan digital yang kritis, etis, dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi, menganalisis, dan merumuskan strategi yang dikembangkan guru PAI dalam mengintegrasikan AI untuk meningkatkan literasi keagamaan digital peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi fenomenologis. Partisipan terdiri dari delapan guru PAI jenjang SMP/MTs dan SMA/MA yang telah mengimplementasikan AI dalam pembelajaran selama minimal dua tahun. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi kelas, dan analisis dokumen pembelajaran. Analisis data menggunakan teknik tematik induktif-deduktif dengan triangulasi sumber dan metode untuk memastikan keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan lima strategi utama: (1) kurasi dan verifikasi konten keagamaan berbasis AI, (2) desain pembelajaran adaptif untuk personalisasi pemahaman spiritual, (3) pelatihan analisis kritis-etis terhadap output AI, (4) kolaborasi manusia-AI dalam proyek keagamaan kontekstual, dan (5) refleksi keagamaan berbasis prompt engineering yang terstruktur. Temuan ini memperluas kerangka TPACK menjadi AI-TPACK khusus PAI dan mengusulkan model literasi keagamaan digital yang mengintegrasikan dimensi kognitif, afektif, dan etis. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dan praktis bagi pengembangan kebijakan kurikulum, pelatihan guru, dan desain materi PAI di era digital
Copyrights © 2025