Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Melalui Alat Peraga Torso pada Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di Kelas V SD. 26/II Tanah Tumbuh Kabupaten Bungo Rita Gusrianti; Sriani Sriani; Mona Novita
el-Madib: Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 1 No 1 (2021): (Maret)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.686 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya motivasi belajar siswa pada tema udara bersih untuk kesehatan di kelas V SDN 26/II tanam tanah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa melalui penerapan alat peraga batang tubuh bertema udara bersih di kelas V SDN 26/II tanah tumbuh. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah penggunaan alat peraga batang tubuh dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas V SDN 26/II tanam tanah. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 26/II yang bertambah sebanyak 19 siswa. dimana terdapat 12 siswa laki-laki dan 7 siswa perempuan. sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, angket dokumentasi. Setelah menerapkan alat peraga torso motivasi belajar siswa meningkat. Setelah data diperoleh dan dianalisis, dapat diketahui bahwa motivasi belajar siswa meningkat pada tema udara bersih untuk kesehatan sekolah dasar 26/II Tanah tumbuh sebelum dan sesudah tindakan adalah sebagai berikut: 1) Sebelum tindakan motivasi untuk belajar siswa kelas V SD Negeri 26/II pertumbuhan tanah masih rendah yaitu 2,8. 2) Setelah dilakukan tindakan pertama motivasi belajar siswa kelas V SDN 26/II tanah tumbuh dengan menggunakan alat peraga batang tubuh meningkat menjadi 3,6 dan 3) setelah tindakan berbicara pada siklus II motivasi belajar siswa kelas V SDN 26/II tanahnya bertambah menjadi 4,5.
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dengan Menggunakan Media Film Animasi Pada mata Pelajaran Fiqih di Kelas III Madrasah Ibtidayah Negeri IV Kabupaten Bungo Zubaini Zubaini; Sriani Sriani; Feerlie Moonthana Indhra; Ulfa Adilla
el-Madib: Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 1 No 2 (2021): (September)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.122 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh temuan peneliti yaitu rendahnya hasil belajar siswa pada materi fiqih tentang shalat. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas. Prosedur penelitian berbentuk siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap meliputi: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Teknik pengumpulan data melalui observasi dan tes. Pengumpulan data ini menggunakan instrumen berupa lembar observasi hasil observasi siswa dalam proses pembelajaran, sedangkan untuk mengetahui kualitas hasil belajar siswa digunakan lembar evaluasi/tes. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil belajar siswa pada materi shalat pada mata pelajaran Fikih sebelum diterapkan media Audio Visual (Film Animasi) hanya 2 siswa (14,28%), siswa yang memiliki kriteria tinggi 1 siswa (7,14%), yang memiliki kriteria sedang berjumlah 2 siswa (14,28%), sedangkan 6 siswa memiliki kriteria rendah (42,85%), dan 3 siswa lainnya termasuk dalam kriteria sangat rendah (21,42%), namun setelah dilakukan tindakan yang disepakati yaitu menerapkan strategi pembelajaran menggunakan media Audio Visual. (Film Animasi) pada siklus I. Dari 21 siswa di kelas III, terdapat 12 siswa yang telah mencapai ketuntasan belajar individu yang mendapat nilai di atas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang telah ditetapkan yaitu 75. Sedangkan 9 siswa lainnya masih belum tuntas, pada Siklus II Dari 21 siswa di kelas III hanya 2 siswa yang belum mencapai ketuntasan belajar individu yang nilainya di bawah Kriteria K Ketuntasan Minimum (KKM) yang telah ditentukan, hasil penelitian ini kembali sakit indikator kinerja. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan media audio visual (film animasi) dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran fiqh.
Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Melalui Alat Peraga Torso pada Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di Kelas V SD. 26/II Tanah Tumbuh Kabupaten Bungo Rita Gusrianti; Sriani Sriani; Mona Novita
el-Madib: Basic Education Journal Vol. 1 No. 1 (2021): (Maret)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya motivasi belajar siswa pada tema udara bersih untuk kesehatan di kelas V SDN 26/II tanam tanah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa melalui penerapan alat peraga batang tubuh bertema udara bersih di kelas V SDN 26/II tanah tumbuh. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah penggunaan alat peraga batang tubuh dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas V SDN 26/II tanam tanah. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 26/II yang bertambah sebanyak 19 siswa. dimana terdapat 12 siswa laki-laki dan 7 siswa perempuan. sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, angket dokumentasi. Setelah menerapkan alat peraga torso motivasi belajar siswa meningkat. Setelah data diperoleh dan dianalisis, dapat diketahui bahwa motivasi belajar siswa meningkat pada tema udara bersih untuk kesehatan sekolah dasar 26/II Tanah tumbuh sebelum dan sesudah tindakan adalah sebagai berikut: 1) Sebelum tindakan motivasi untuk belajar siswa kelas V SD Negeri 26/II pertumbuhan tanah masih rendah yaitu 2,8. 2) Setelah dilakukan tindakan pertama motivasi belajar siswa kelas V SDN 26/II tanah tumbuh dengan menggunakan alat peraga batang tubuh meningkat menjadi 3,6 dan 3) setelah tindakan berbicara pada siklus II motivasi belajar siswa kelas V SDN 26/II tanahnya bertambah menjadi 4,5.
Inovasi Administrasi Madrasah Berbasis Digital: Studi di MAN 1 Bungo pada Era Society 5.0 Yeni Aulia; Siti Khamim; Ulfa Adilla; Sugeng Kurniawan; Novita Nurul Hidayah; Sriani Sriani
Edcomtech: Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang in collaboration with APSTPI and IPTPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um039v6i22021p333

Abstract

This study examines digital-based madrasah administrative innovations at MAN 1 Bungo in responding to challenges while capitalising on opportunities in the Society 5.0 era. The study is motivated by the increasing demand for digital transformation in the management of Islamic educational institutions, aimed at improving the effectiveness, efficiency, and transparency of administrative services. The research employed a qualitative approach using a single case study design. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, involving the madrasah principal, educational staff, and teachers as primary informants. Data analysis was conducted through data reduction, data display, and conclusion drawing, while data validity was tested through source and method triangulation. The findings indicate that digital administrative innovations at MAN 1 Bungo have been implemented through the use of an academic information system, the digitisation of archives, and the utilisation of various online applications for managing student data, personnel records, and other administrative services. These implementations have produced positive impacts including increased work efficiency, easier access to information, transparency of management, and improved service quality for stakeholders. However, several challenges remain such as limited digital competence among educational staff, uneven technological infrastructure, and resistance to change. The study concludes that the digitisation of madrasah administration is an inevitable necessity in the Society 5.0 era and requires policy support, enhanced human resource competencies, and strengthened technological infrastructure. A sustainable and adaptive development strategy is needed to realise modern, effective, and competitive madrasah governance grounded in Islamic values.
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SEBAGAI INSTRUMEN PENCEGAHAN KEKERASAN VERBAL DALAM KELUARGA MUSLIM: STUDI KUALITATIF DESKRIPTIF DI KOMUNITAS URBAN Siti Rofiatul Mukaromah; Sriani Sriani; Sugeng Kurniawan; Muhammad Sabli; Novi Riani; Baili Baili
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 8 No. 1 (2025): Volume 8 No. 1 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v8i1.59585

Abstract

Kekerasan verbal dalam keluarga muslim masih menjadi isu tersembunyi yang berdampak signifikan terhadap kesejahteraan psikologis anggota keluarga dan stabilitas rumah tangga. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi peran Pendidikan Agama Islam (PAI) sebagai instrumen preventif dalam mengurangi praktik kekerasan verbal. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, Focus Group Discussion (FGD), dan analisis dokumen modul pengajian keluarga terhadap 24 partisipan di tiga wilayah urban. Analisis tematik mengungkap tiga temuan utama: (1) PAI berperan sebagai kerangka normatif yang menginternalisasi nilai akhlakul karimah dan komunikasi berbasis rahmah; (2) implementasi PAI dalam keluarga lebih efektif ketika diintegrasikan dengan praktik tarbiyah rutin dan literasi emosional; (3) hambatan utama terletak pada kesenjangan antara pengetahuan agama dan praktik harian, serta pengaruh media digital yang menormalisasi agresi verbal. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan model pencegahan berbasis nilai religius yang dapat diadaptasi oleh lembaga pendidikan dan konseling keluarga. Rekomendasi kebijakan menekankan perlunya integrasi modul PAI keluarga yang kontekstual dan pelatihan komunikasi empatik bagi orang tua.
PERAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MEMBANGUN KETAHANAN KELUARGA PADA ERA DIGITAL DI KABUPATEN BUNGO: STUDI KUALITATIF DESKRIPTIF Ardi Ardi; Sugeng Kurniawan; Sriani Sriani; Baili Baili; Novi Riani
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 3 (2024): Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 No 3 Tahun 2024 (Special Issue)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i3.60034

Abstract

Era digital membawa transformasi mendalam pada dinamika keluarga, termasuk peningkatan risiko degradasi moral, disfungsi komunikasi, dan paparan konten negatif yang mengancam ketahanan keluarga. Penelitian ini mengkaji peran Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membangun ketahanan keluarga pada era digital di Kabupaten Bungo, Jambi. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain fenomenologis, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan 15 orang tua, 5 pendidik PAI, dan tokoh masyarakat, serta observasi dan analisis dokumen program pengajian dan modul pembelajaran. Analisis data menggunakan teknik tematik Braun & Clarke yang dimodifikasi. Hasil penelitian mengidentifikasi empat tema utama: (1) internalisasi nilai PAI sebagai fondasi komunikasi dan makna keluarga, (2) praktik pengasuhan Islami berbasis manajemen literasi digital dan adab bermedia, (3) peran lembaga PAI nonformal (majelis taklim, TPQ, kajian daring) dalam memperkuat jaringan sosial-religius, serta (4) tantangan kesenjangan literasi digital dan strategi adaptasi melalui fiqh kontemporer dan pendampingan komunitas. Temuan menunjukkan bahwa PAI berfungsi sebagai resilience buffer yang tidak hanya bersifat normatif, tetapi juga kontekstual dan transformatif dalam menghadapi disrupsi digital. Studi ini memberikan kontribusi teoritis berupa integrasi kerangka ketahanan keluarga dengan maqasid al-syari’ah dalam konteks pedagogi digital, serta implikasi praktis berupa perlunya pengembangan modul parenting digital berbasis nilai Islam dan kolaborasi triad sekolah-masjid-keluarga.
STRATEGI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENGINTEGRASIKAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE UNTUK MENINGKATKAN LITERASI KEAGAMAAN DIGITAL PESERTA DIDIK Lidya Putri Junita; Sriani Sriani; Novi Riani; Baili Baili; Joni Juliandra
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 8 No. 2 (2025): Volume 8 No. 2 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v8i2.60040

Abstract

Transformasi digital dan perkembangan Artificial Intelligence (AI) telah mengubah lanskap pendidikan, termasuk dalam konteks Pendidikan Agama Islam (PAI). Namun, integrasi AI dalam pembelajaran PAI masih menghadapi tantangan substantif, khususnya dalam upaya membangun literasi keagamaan digital yang kritis, etis, dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi, menganalisis, dan merumuskan strategi yang dikembangkan guru PAI dalam mengintegrasikan AI untuk meningkatkan literasi keagamaan digital peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi fenomenologis. Partisipan terdiri dari delapan guru PAI jenjang SMP/MTs dan SMA/MA yang telah mengimplementasikan AI dalam pembelajaran selama minimal dua tahun. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi kelas, dan analisis dokumen pembelajaran. Analisis data menggunakan teknik tematik induktif-deduktif dengan triangulasi sumber dan metode untuk memastikan keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan lima strategi utama: (1) kurasi dan verifikasi konten keagamaan berbasis AI, (2) desain pembelajaran adaptif untuk personalisasi pemahaman spiritual, (3) pelatihan analisis kritis-etis terhadap output AI, (4) kolaborasi manusia-AI dalam proyek keagamaan kontekstual, dan (5) refleksi keagamaan berbasis prompt engineering yang terstruktur. Temuan ini memperluas kerangka TPACK menjadi AI-TPACK khusus PAI dan mengusulkan model literasi keagamaan digital yang mengintegrasikan dimensi kognitif, afektif, dan etis. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dan praktis bagi pengembangan kebijakan kurikulum, pelatihan guru, dan desain materi PAI di era digital
The Strengthening of Integrity Character through Exemplary Practices in Islamic Religious Education Romi Romi; Muhammad Sabli; Sugeng Kurniawan; Sriani Sriani; Ulfa Adilla; Sonia Yulia Friska
The Future of Education Journal Vol 1 No 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Yayasan Pendidikan Tumpuan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61445/tofedu.v1i2.1969

Abstract

The decline of moral integrity among students has become a strategic challenge in the national education system, particularly at the junior secondary Islamic school level, where adolescents are undergoing a critical stage of moral identity development. This study aims to analyze the implementation, impacts, and supporting and inhibiting factors of strengthening integrity character through exemplary-based Islamic Religious Education (IRE) at MTs Tarbiyah Islamiyah Tanjung Agung, Bungo Regency. The study employed a qualitative approach with a case study design. Data were collected through in-depth interviews, participant observation, and document analysis involving Islamic Religious Education teachers, students, the school principal, and parents. Data were analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña, while source and method triangulation were applied to ensure data trustworthiness. The findings reveal that: (1) the implementation of exemplary practices in Islamic Religious Education was reflected in teachers’ behavioral consistency, transparent assessment practices, ethical communication, and the integration of integrity values into co-curricular activities; (2) exemplary-based learning significantly strengthened the cognitive, affective, and behavioral dimensions of students’ integrity, as evidenced by a reduction in cheating practices, increased honesty in completing assignments, and greater courage in making consistent moral decisions; and (3) supporting factors included a religious school culture, parental involvement, and teacher commitment, while inhibiting factors comprised digital distractions, peer pressure, limited character assessment instruments, and teachers’ administrative workload. These findings confirm the relevance of exemplary role-modeling theory in Islamic pedagogy and Social Cognitive Theory within the context of contemporary Islamic secondary education. The study recommends the development of operational guidelines for exemplary practices among Islamic Religious Education teachers, the integration of character assessment into school evaluation systems, and the provision of continuous reflective professional development for educators.