Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Implementasi Artificial Intelligence untuk Penguatan Manajemen Pembelajaran Akidah Akhlak di Era Digital: Studi Kasus Pondok Pesantren Raudhatul Mujawwidin Tebo Lailil Karmi; Mabruri Mabruri; Ulfa Adilla; Baili Baili; Nur Aysah; Nurhasanah Nurhasanah
Edcomtech: Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang in collaboration with APSTPI and IPTPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um039v7i22022p166

Abstract

This study analyses the implementation of Artificial Intelligence (AI) for strengthening the management of Akidah Akhlak learning in the digital era at Pondok Pesantren Raudhatul Mujawwidin, Tebo. The rapid development of digital technology requires Islamic educational institutions to adapt to technological innovation in order to enhance the effectiveness of the learning process. A qualitative approach with a case study design was employed. Data were collected through participant observation, in-depth interviews and documentation, involving the head of the pesantren and Akidah Akhlak teachers as primary informants. Data were analysed through the interactive model of data reduction, data display and verification, while the trustworthiness of the findings was tested through source and method triangulation. The results indicate that AI supports the entire cycle of Akidah Akhlak learning management, from planning, implementation, evaluation, to monitoring. AI is utilised for generating digital teaching materials, analysing students learning needs, presenting moral case study scenarios relevant to modern life, and accelerating assessment. However, several challenges remain, including limited teacher digital literacy, inadequate technological infrastructure, and the need for ethical guidelines aligned with Islamic values. Continuous teacher training and internal pesantren policies are therefore essential for optimising AI use. This study contributes a contextual framework that positions AI as a pedagogical assistant rather than a replacement for the kiai santri relationship, in order to ensure that the integration of AI strengthens adaptive, effective and value-based Akidah Akhlak learning.
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SEBAGAI INSTRUMEN PENCEGAHAN KEKERASAN VERBAL DALAM KELUARGA MUSLIM: STUDI KUALITATIF DESKRIPTIF DI KOMUNITAS URBAN Siti Rofiatul Mukaromah; Sriani Sriani; Sugeng Kurniawan; Muhammad Sabli; Novi Riani; Baili Baili
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 8 No. 1 (2025): Volume 8 No. 1 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v8i1.59585

Abstract

Kekerasan verbal dalam keluarga muslim masih menjadi isu tersembunyi yang berdampak signifikan terhadap kesejahteraan psikologis anggota keluarga dan stabilitas rumah tangga. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi peran Pendidikan Agama Islam (PAI) sebagai instrumen preventif dalam mengurangi praktik kekerasan verbal. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, Focus Group Discussion (FGD), dan analisis dokumen modul pengajian keluarga terhadap 24 partisipan di tiga wilayah urban. Analisis tematik mengungkap tiga temuan utama: (1) PAI berperan sebagai kerangka normatif yang menginternalisasi nilai akhlakul karimah dan komunikasi berbasis rahmah; (2) implementasi PAI dalam keluarga lebih efektif ketika diintegrasikan dengan praktik tarbiyah rutin dan literasi emosional; (3) hambatan utama terletak pada kesenjangan antara pengetahuan agama dan praktik harian, serta pengaruh media digital yang menormalisasi agresi verbal. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan model pencegahan berbasis nilai religius yang dapat diadaptasi oleh lembaga pendidikan dan konseling keluarga. Rekomendasi kebijakan menekankan perlunya integrasi modul PAI keluarga yang kontekstual dan pelatihan komunikasi empatik bagi orang tua.
GURU PAI SEBAGAI AGEN MORAL: KONTRIBUSI DALAM MEMBANGUN AKHLAK MULIA SISWA FASE D Novita Puji Astuti; Siti Khamim; Muhammad Sabli; Baili Baili; Dali Mawanti; Zulpan Zulpan
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 5 No. 1 (2022): Volume 5 Nomor 1 Juni Tahun 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v9i2.59587

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) sebagai agen moral dalam membangun akhlak mulia siswa Fase D di Kabupaten Muara Bungo. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada semakin kompleksnya tantangan moral yang dihadapi siswa di era digital, sehingga diperlukan peran strategis guru PAI dalam menanamkan nilai-nilai keislaman. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Sumber data diperoleh dari informan yang terdiri atas guru PAI, siswa, dan pihak sekolah melalui teknik wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi yang dipilih secara purposive sampling. Data dianalisis menggunakan teknik analisis tematik melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI memiliki kontribusi signifikan sebagai agen moral melalui beberapa peran utama, yaitu sebagai teladan (uswah hasanah), pembimbing, dan fasilitator dalam pembentukan akhlak siswa. Implementasi peran tersebut dilakukan melalui strategi keteladanan, pembiasaan kegiatan religius, pendekatan bimbingan yang persuasif, serta integrasi nilai-nilai moral dalam pembelajaran kontekstual. Selain itu, ditemukan bahwa terdapat berbagai tantangan dalam pembentukan akhlak siswa, seperti pengaruh media digital, lingkungan sosial, dan kurangnya dukungan keluarga.Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa keberhasilan pembentukan akhlak siswa tidak hanya bergantung pada peran guru, tetapi juga memerlukan kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Oleh karena itu, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan strategi pembelajaran PAI yang lebih efektif dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERORIENTASI MODERASI BERAGAMA DALAM MEMBANGUN SIKAP TOLERAN Linda Lestari; M.Faidul Minan; M. Salik; Rahma Aulia; Mabruri Mabruri; Baili Baili
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 5 No. 1 (2022): Volume 5 Nomor 1 Juni Tahun 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v5i1.59588

Abstract

Penelitian ini mengkaji bagaimana Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang menekankan moderasi beragama berkontribusi dalam pengembangan sikap toleran siswa. Studi ini meneliti cara-cara di mana strategi pembelajaran yang berorientasi moderasi meningkatkan kesadaran siswa terhadap keberagaman agama dan mendorong interaksi yang saling menghormati dalam konteks multikultural. Dengan menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi kelas, wawancara dengan pendidik dan siswa, serta analisis dokumen dan kurikulum yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran PAI berbasis moderasi mendorong pemahaman kritis terhadap prinsip-prinsip agama, memfasilitasi dialog konstruktif antarperbedaan, dan menumbuhkan perilaku yang ditandai oleh toleransi, empati, dan saling menghormati. Selain itu, penelitian ini menyoroti beberapa faktor yang mendukung keberhasilan penerapan pendidikan berorientasi moderasi, termasuk kompetensi guru, metode pembelajaran yang relevan dengan konteks, dan penggunaan contoh nyata interaksi antaragama. Temuan ini menekankan pentingnya mengintegrasikan prinsip moderasi beragama dalam pendidikan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang inklusif dan harmonis.
PERAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MEMBANGUN KETAHANAN KELUARGA PADA ERA DIGITAL DI KABUPATEN BUNGO: STUDI KUALITATIF DESKRIPTIF Ardi Ardi; Sugeng Kurniawan; Sriani Sriani; Baili Baili; Novi Riani
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 3 (2024): Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 No 3 Tahun 2024 (Special Issue)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i3.60034

Abstract

Era digital membawa transformasi mendalam pada dinamika keluarga, termasuk peningkatan risiko degradasi moral, disfungsi komunikasi, dan paparan konten negatif yang mengancam ketahanan keluarga. Penelitian ini mengkaji peran Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membangun ketahanan keluarga pada era digital di Kabupaten Bungo, Jambi. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain fenomenologis, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan 15 orang tua, 5 pendidik PAI, dan tokoh masyarakat, serta observasi dan analisis dokumen program pengajian dan modul pembelajaran. Analisis data menggunakan teknik tematik Braun & Clarke yang dimodifikasi. Hasil penelitian mengidentifikasi empat tema utama: (1) internalisasi nilai PAI sebagai fondasi komunikasi dan makna keluarga, (2) praktik pengasuhan Islami berbasis manajemen literasi digital dan adab bermedia, (3) peran lembaga PAI nonformal (majelis taklim, TPQ, kajian daring) dalam memperkuat jaringan sosial-religius, serta (4) tantangan kesenjangan literasi digital dan strategi adaptasi melalui fiqh kontemporer dan pendampingan komunitas. Temuan menunjukkan bahwa PAI berfungsi sebagai resilience buffer yang tidak hanya bersifat normatif, tetapi juga kontekstual dan transformatif dalam menghadapi disrupsi digital. Studi ini memberikan kontribusi teoritis berupa integrasi kerangka ketahanan keluarga dengan maqasid al-syari’ah dalam konteks pedagogi digital, serta implikasi praktis berupa perlunya pengembangan modul parenting digital berbasis nilai Islam dan kolaborasi triad sekolah-masjid-keluarga.
PERKEMBANGAN JIWA KEAGAMAAN REMAJA DAN PENGUATAN MODERASI BERAGAMA DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 BUNGO Eka Dela Padmawati; Siti Khamim; Mabruri Mabruri; Sugeng Kurniawan; Baili Baili; Novita Nurul Hidayah
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 1 (2024): Volume 7 No 1 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i1.60035

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan jiwa keagamaan remaja serta penguatan moderasi beragama dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMPN 2 Bungo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan jiwa keagamaan remaja dipengaruhi oleh faktor internal seperti perkembangan emosional dan kognitif, serta faktor eksternal yang meliputi keluarga, sekolah, dan lingkungan sosial. Penguatan moderasi beragama dilaksanakan melalui integrasi nilai toleransi, keseimbangan (tawasuth), keadilan (i’tidal), dan sikap anti-radikalisme dalam proses pembelajaran, keteladanan guru, serta kegiatan keagamaan di sekolah. Implementasi tersebut berkontribusi dalam membentuk karakter peserta didik yang toleran, menghargai perbedaan, dan memiliki pemahaman keagamaan yang moderat.
STRATEGI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENGINTEGRASIKAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE UNTUK MENINGKATKAN LITERASI KEAGAMAAN DIGITAL PESERTA DIDIK Lidya Putri Junita; Sriani Sriani; Novi Riani; Baili Baili; Joni Juliandra
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 8 No. 2 (2025): Volume 8 No. 2 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v8i2.60040

Abstract

Transformasi digital dan perkembangan Artificial Intelligence (AI) telah mengubah lanskap pendidikan, termasuk dalam konteks Pendidikan Agama Islam (PAI). Namun, integrasi AI dalam pembelajaran PAI masih menghadapi tantangan substantif, khususnya dalam upaya membangun literasi keagamaan digital yang kritis, etis, dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi, menganalisis, dan merumuskan strategi yang dikembangkan guru PAI dalam mengintegrasikan AI untuk meningkatkan literasi keagamaan digital peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi fenomenologis. Partisipan terdiri dari delapan guru PAI jenjang SMP/MTs dan SMA/MA yang telah mengimplementasikan AI dalam pembelajaran selama minimal dua tahun. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi kelas, dan analisis dokumen pembelajaran. Analisis data menggunakan teknik tematik induktif-deduktif dengan triangulasi sumber dan metode untuk memastikan keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan lima strategi utama: (1) kurasi dan verifikasi konten keagamaan berbasis AI, (2) desain pembelajaran adaptif untuk personalisasi pemahaman spiritual, (3) pelatihan analisis kritis-etis terhadap output AI, (4) kolaborasi manusia-AI dalam proyek keagamaan kontekstual, dan (5) refleksi keagamaan berbasis prompt engineering yang terstruktur. Temuan ini memperluas kerangka TPACK menjadi AI-TPACK khusus PAI dan mengusulkan model literasi keagamaan digital yang mengintegrasikan dimensi kognitif, afektif, dan etis. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dan praktis bagi pengembangan kebijakan kurikulum, pelatihan guru, dan desain materi PAI di era digital
The Implementation of the Khalifah fil Ard Concept in Islamic Religious Education for Strengthening Environmental Care Character: A Study in Jambi Province Doni Pratama; Baili Baili; Joni Juli Yandra; Andryadi Andryadi; Mabruri Mabruri
The Future of Education Journal Vol 3 No 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Yayasan Pendidikan Tumpuan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61445/tofedu.v3i2.1979

Abstract

The degradation of peatland ecosystems, pollution of the Batanghari River, and the increasing risk of forest and land fires in Jambi Province demand educational responses that are not only technocratic but also grounded in spiritual and axiological values. The Qur’anic concept of Khalifah fil Ard offers a relevant theological and ethical framework for fostering students’ environmental responsibility. This study analyzes the implementation of this concept in Islamic Religious Education (IRE) and its impact on strengthening students’ environmental responsibility in educational institutions across Jambi Province. The research employed a sequential explanatory mixed-methods design involving 248 junior secondary school students (SMP/MTs) and eight Islamic Religious Education teachers from Jambi City and Muaro Jambi Regency. Quantitative data were collected using an expert-validated Environmental Responsibility Character Scale (α = 0.87), while qualitative data were obtained through in-depth interviews, participant observation, and analysis of instructional documents. The results of the paired-sample t-test revealed a significant improvement in students’ environmental responsibility scores (t(247) = 14.32, p < 0.001, d = 1.92). Qualitative findings identified a four-phase implementation model consisting of: (1) tadabbur alam (contemplation of nature), (2) theological reflection, (3) practical environmental action based on Jambi Malay local wisdom, and (4) collaborative evaluation. Supporting factors included the implementation of the Merdeka Curriculum, teachers’ pedagogical competence, and strong school–community partnerships. Major challenges involved limited instructional time, the scarcity of contextual ecological teaching materials, and unequal access to digital infrastructure in peripheral areas. The study concludes that the concept of Khalifah fil Ard is effective as an axiological framework for Islamic Religious Education when integrated with reflective pedagogy and local environmental problem-based projects. The study recommends the development of Jambi-contextualized teaching modules, professional training for Islamic Religious Education teachers in Islamic ecopedagogy, and cross-sector collaboration involving educational authorities and religious institutions to strengthen value-based environmental education.
The Internalization of Tolerance Values through Multicultural-Based Islamic Religious Education in Public Schools Purlina Purlina; Baili Baili; Siti Khamim; Ulfa Adilla; Mabruri Mabruri
The Future of Education Journal Vol 3 No 3 (2024)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Yayasan Pendidikan Tumpuan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61445/tofedu.v3i3.1982

Abstract

This study aims to analyze the process of internalizing tolerance values through multicultural Islamic Religious Education (IRE) in public schools. Employing a qualitative approach with a multi-site case study design, the research was conducted in three public senior high schools located in urban and semi-urban areas. Data were collected through participant observation (12 classroom sessions in each school), in-depth interviews with IRE teachers and students, and analysis of instructional documents. Data were analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña. The findings reveal that the internalization of tolerance values was achieved through three main strategies: (1) the integration of multicultural content into moral education and social jurisprudence (fiqh al-mu‘āmalah) materials; (2) collaborative project-based learning involving interfaith and intercultural engagement; and (3) reflective habituation through spiritual journals and ethical discussions. Supporting factors included teachers’ pedagogical competence, supportive school policies, and an inclusive social climate. The primary challenges were limited instructional time, resistance stemming from narrow textual interpretations, and insufficient teacher training in multicultural educational approaches. This study contributes theoretically to the development of contextual Islamic Religious Education models and provides practical guidance for implementing tolerance education in public schools. It is recommended that teachers’ capacities be strengthened through continuous professional development programs and that tolerance-related attitude assessments be integrated into the Merdeka Curriculum framework.
The Role of Islamic Religious Education in Promoting Religious Moderation among Generation Z at MTsN 2 Bungo Usamah Zulfiyatunnuha; Joni Juli Yandra; Siti Khamim; Baili Baili; Ulfa Adilla
The Future of Education Journal Vol 4 No 4 (2025)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Yayasan Pendidikan Tumpuan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61445/tofedu.v5i2.1985

Abstract

Generation Z faces challenges arising from ideological polarization, digital disruption, and identity fragmentation that threaten social cohesion. In this context, strengthening religious moderation has become a strategic necessity for safeguarding the nation’s ideological resilience. This study aims to analyze the role of Islamic Religious Education (IRE) in fostering religious moderation among Generation Z students at MTsN 2 Bungo, Bungo Regency, Jambi. The research employed a descriptive qualitative approach with a case study design. Data were collected through in-depth interviews, participant observation, and document analysis of curricula and instructional modules. The participants included Islamic Religious Education teachers, students from Grades VII–IX, and the madrasah principal, who were selected purposively. The findings indicate that Islamic Religious Education serves as an agent for the internalization of moderation values through three main dimensions: (1) the integration of the concept of wasathiyyah (Islamic moderation) into instructional materials and the Pancasila Student Profile Strengthening Project; (2) the implementation of dialogic learning practices that cultivate empathy, active tolerance, and ethical discussion skills; and (3) the enhancement of digital-religious literacy to counter radical narratives in cyberspace. The results suggest that the effectiveness of Islamic Religious Education lies not merely in the transmission of normative knowledge but also in the formation of a contextual, critical, and inclusive religious habitus. The study recommends strengthening the pedagogical competencies of Islamic Religious Education teachers within the framework of religious moderation, developing attitude assessment instruments integrated with digital learning ecosystems, and promoting policy synergy among the Ministry of Religious Affairs, schools, and media literacy communities. Practically, the findings emphasize the need to transform Islamic Religious Education from a doctrinal approach into a participatory learning model that is responsive to the characteristics of Generation Z.