Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di sekolah dasar memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan kesadaran sosial siswa. Namun, dominasi pendekatan tekstual membuat pembelajaran IPS sering kali kehilangan konteks kulturalnya, terutama di daerah yang kaya akan kearifan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tren, mengidentifikasi research gap, dan menawarkan kerangka konseptual baru mengenai integrasi kearifan lokal dalam pembelajaran IPS di sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan protokol PRISMA. Data dikumpulkan dari 65 artikel ilmiah yang diterbitkan pada rentang tahun 2015 hingga 2026 melalui pangkalan data Scopus, Sinta, ERIC, dan Google Scholar. Hasil analisis menunjukkan bahwa penelitian tentang integrasi kearifan lokal dalam IPS SD masih didominasi oleh pendekatan deskriptif kualitatif dengan fokus pada satu daerah tertentu. Penelitian yang menghubungkan kearifan lokal dengan penguatan karakter dan kesadaran sosial secara simultan masih sangat terbatas, terutama di wilayah Indonesia Timur. Temuan ini memberikan kontribusi teoretis dan praktis yang signifikan bagi guru PGSD, pengembang kurikulum, serta pembuat kebijakan. Kontribusi tersebut diwujudkan dalam bentuk panduan merancang pembelajaran IPS yang tidak hanya kontekstual dan berkarakter, tetapi juga responsif terhadap tantangan literasi sosial di era digital.
Copyrights © 2026