Keterampilan berpikir kritis, komunikasi, dan kolaborasi merupakan keterampilan yang harus dimiliki setiap siswa dalam menghadapi tuntutan abad ke-21. Namun, siswa sekolah dasar belum memiliki keterampilan tersebut sesuai yang diharapkan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis aktivitas guru dan siswa, menganalisis peningkatan keterampilan berpikir kritis, komunikasi, dan kolaborasi, serta hasil belajar siswa menggunakan model PINTAR (Problem Based Learning, Two Stay Two Stray, dan Numbered Head Together). Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subjek siswa kelas IV SDN Melayu 11 Banjarmasin berjumlah 12 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan tes tertulis, sedangkan analisis data menggunakan Analisis Kualitatif Deskriptif dan Analisis Kecenderungan Seluruh Aspek Penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas guru meningkat dari 72% menjadi 95%, aktivitas siswa dari 25% menjadi 92%, keterampilan berpikir kritis dari 17% menjadi 83%, komunikasi dari 25% menjadi 92%, dan kolaborasi dari 25% menjadi 92%. Temuan ini berimplikasi pada praktik pembelajaran, yakni model PINTAR dapat menjadi pendekatan inovatif yang dapat direplikasi guru dalam mengembangkan keterampilan abad ke-21 siswa secara bersamaan, sekaligus berkontribusi pada pengembangan landasan teoretis model pembelajaran terintegrasi di jenjang pendidikan dasar
Copyrights © 2026