Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan berpikir kritis dan memecahkan masalah murid kelas IV SDN Mekar Sari Kabupaten Banjar, di mana 9 dari 12 murid belum mencapai KKM matematika akibat pembelajaran yang masih berpusat pada guru. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis peningkatan aktivitas guru, aktivitas murid, keterampilan berpikir kritis, keterampilan memecahkan masalah, dan hasil belajar melalui model BAHIMAT, kombinasi Problem Based Learning, Realistic Mathematics Education, dan Picture and Picture. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini melibatkan 12 murid kelas IV dalam tiga pertemuan, dengan data dikumpulkan melalui lembar observasi dan tes tertulis, dianalisis secara deskriptif-kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang konsisten: aktivitas guru meningkat dari 72% menjadi 100% (Sangat Baik), aktivitas murid dari 33% menjadi 100% (Sangat Aktif), berpikir kritis dari 8% menjadi 83%, memecahkan masalah dari 17% menjadi 83%, serta ketuntasan hasil belajar klasikal dari 17% menjadi 100%. Temuan ini mengimplikasikan bahwa keterlaksanaan sintaks pembelajaran berbasis masalah, kontekstual, dan visual secara konsisten, didukung refleksi berkelanjutan, mampu mengarahkan murid pada pembelajaran matematika yang lebih aktif dan bermakna, serta dapat dijadikan referensi alternatif bagi guru sekolah dasar.
Copyrights © 2026