Peningkatan volume sampah di DKI Jakarta memberikan tekanan besar terhadap TPST Bantargebang. Sebagai upaya mengurangi ketergantungan pada landfill, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menerapkan kebijakan pengelolaan sampah berbasis Refuse Derived Fuel (RDF). Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kebijakan RDF di TPST Bantargebang serta merumuskan strategi pengelolaan yang lebih ideal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Analisis dilakukan menggunakan teori evaluasi kebijakan William N. Dunn dan manajemen strategi Fred R. David. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja kebijakan RDF belum optimal. Kontribusi RDF terhadap pengurangan timbulan sampah masih terbatas, sementara biaya operasional relatif tinggi akibat tingginya kadar air sampah. Selain itu, implementasi RDF masih terkendala rendahnya pemilahan sampah dari sumber, keterbatasan kapasitas teknologi, dan minimnya partisipasi masyarakat. Analisis strategi menunjukkan bahwa permasalahan utama terletak pada lemahnya integrasi pengelolaan sampah dari hulu ke hilir. Penelitian ini menyimpulkan bahwa RDF merupakan kebijakan yang tepat secara konseptual, namun memerlukan penguatan pemilahan sampah, peningkatan kapasitas teknologi, dan kolaborasi multipihak untuk mewujudkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026