Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan model jigsaw dapat digunakan untuk mengatasi masalah hasil belajar IPAS peserta didik kelas 5 di sekolah dasar yang masih rendah. Tempat penelitian dilakukan di SDN 2 Sumberejo, Bandar Lampung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan jumlah sampel yang digunakan sebanyak 58 peserta didik yang terdiri dari 29 peserta didik kelas 5B sebagai kelas kontrol dan 29 peserta didik kelas 5C sebagai kelas eksperimen. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik tes dan non tes. Teknik analisis data menggunakan uji regresi linier sederhana untuk mengetahui pengaruh dari dua kelompk yang tidak saling berkaitan, dengan syarat data dari kedua kelompok tersebut tersebar secara normal dan memiliki variasi yang sama. Hasil uji pada kelas eksperimen dan kontrol menunjukkan terdapat pengaruh yang didapatkan melalui nilai signifikansi yang kurang dari 0,05. Hasil uji N-gain juga memperkuat adanya peningkatan hasil belajar dengan kelas eksperimen memperoleh sebesar 0,6 dan kelas kontrol sebesar 0,4 sehingga diperoleh dalam kategori sedang. Hasil observasi keterlaksanaan model jigsaw juga memperoleh rata-rata dengan kategori sangat aktif. Maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan model jigsaw ini dapat berpengaruh dan dapat digunakan untuk mengatasi masalah hasil belajar IPAS peserta didik kelas 5 sekolah dasar.
Copyrights © 2026