Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran nilai Sipakainge sebagai kearifan lokal masyarakat Bugis dalam membentuk literasi keuangan syariah melalui mekanisme sosialisasi di lingkungan sekolah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif kuantitatif. Lokasi penelitian berada di SMP Negeri 4 Parepare dengan responden sebanyak 20 peserta didik yang dipilih secara proporsional lintas jenjang kelas. Pengumpulan data dilakukan melalui angket, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif melalui penyajian frekuensi, persentase, dan nilai rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi nilai Sipakainge berada pada kategori sangat tinggi dengan nilai rata-rata 4,37 (87,3%). Indikator tanggung jawab sosial memperoleh capaian tertinggi, sedangkan indikator kebiasaan saling mengingatkan memperoleh skor relatif lebih rendah meskipun tetap berada pada kategori tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa nilai Sipakainge telah terinternalisasi dalam kehidupan sosial peserta didik dan berperan dalam membentuk kesadaran moral, kepedulian sosial, serta tanggung jawab kolektif. Dalam konteks literasi keuangan syariah, nilai Sipakainge memiliki keterkaitan dengan prinsip amanah, pengendalian diri, dan orientasi terhadap kemaslahatan. Penelitian ini menegaskan bahwa literasi keuangan syariah tidak hanya dibentuk oleh aspek pengetahuan finansial, tetapi juga dipengaruhi oleh proses sosialisasi dan internalisasi nilai budaya lokal di lingkungan pendidikan.
Copyrights © 2026