Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep, ragam, prinsip dasar, serta implikasi penerapan teori kecerdasan jamak (multiple intelligences) Howard Gardner dalam konteks pendidikan Islam. Menggunakan metode kajian pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif, data ditelusuri dari literatur primer dan sekunder yang relevan, kemudian dianalisis secara deskriptif-analitis melalui penalaran deduktif-induktif yang dikaitkan dengan landasan ontologis pendidikan Islam, yaitu QS. Al-Mulk/67: 23. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sembilan jenis kecerdasan (linguistik-verbal, logis-matematis, visual-spasial, kinestetik-jasmani, musikal, interpersonal, intrapersonal, naturalis, dan eksistensial-spiritual) memiliki korelasi epistemik yang kuat dengan prinsip fitrah multidimensi dalam Islam. Penerapannya meniscayakan lima prinsip fundamental, meliputi pengakuan terhadap keberagaman potensi, student-centered learning, integrasi nilai tauhid dan adab dalam setiap aktivitas, pendekatan holistik yang memadukan kognitif-afektif-psikomotorik, serta variasi strategi dan asesmen autentik. Secara pragmatis, integrasi konsep ini berdampak pada revitalisasi kurikulum PAI yang berdiferensiasi, transformasi peran guru dari transfer of knowledge menjadi fasilitator dan kreator pengalaman belajar, serta reformasi sistem penilaian menuju portofolio dan observasi kinerja. Kajian ini menyimpulkan bahwa pengintegrasian kecerdasan jamak bukanlah sekadar alternatif teknis-metodologis, melainkan keniscayaan pedagogis untuk mengaktualisasikan tujuan final pendidikan Islam, yaitu pembentukan insan kamil yang berimbang secara intelektual, spiritual, dan sosial.
Copyrights © 2026